Bali Buka, Menteri Wishnutama: Pariwisata Adalah Bisnis Kepercayaan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama meninjau objek wisata Water Blow di Nusa Dua, Bali, Selasa, 16 Juni 2020. Dalam kunjungan tersebut, Wishnutama mengecek persiapan protokol kesehatan sejumlah objek wisata dan hotel menjelang penerapan normal baru dalam sektor pariwisata. Foto: Johannes P. Christo

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama meninjau objek wisata Water Blow di Nusa Dua, Bali, Selasa, 16 Juni 2020. Dalam kunjungan tersebut, Wishnutama mengecek persiapan protokol kesehatan sejumlah objek wisata dan hotel menjelang penerapan normal baru dalam sektor pariwisata. Foto: Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengingatkan agar pelaku pariwisata mengedepankan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan kepada wisatawan. Wishnutama menyampaikan hal tersebut menyambut pembukaan wisata Bali untuk turis lokal pada Jumat, 31 Juli 2020.

    "Pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Karena itu para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali harus dapat menjalankan protokol kesehatan sehingga mampu membangun rasa percaya wisatawan akan rasa aman saat berkunjung ke Bali," kata Wishnutama dalam keterangan tertulis, Selasa 28 Juli 2020.

    Pemerintah Provinsi Bali membuka kembali aktivitas wisata secara bertahap di masa new normal pandemi Covid-19. Pada 9 Juli 2020, pemerintah Bali telah membuka tahapan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat secara bertahap dan terbatas.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama berbincang dengan petugas saat meninjau Rumah Sakit BIMC Siloam, Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa, 16 Juni 2020. ANTARA/Fikri Yusuf

    Menyusul pada 31 Juli 2020, aktivitas pariwisata Bali dibuka untuk wisatawan domestik. Selanjutnya pada 11 September 2020 berlanjut dengan membuka sektor pariwisata untuk wisatawan asing.

    Wishnutama menjelaskan pemerintah telah menerapkan berbagai program bantuan bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Di antaranya bantuan sosial, relaksasi pajak, dana talangan usaha melalui Himbara senilai Rp10 miliar, sampai diskon penerbangan dan paket wisata.

    "Kami bersama kementerian dan lembaga lainnya berupaya memberikan berbagai bantuan tambahan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Wishnutama Kusubandio. "Saya percaya dalam setiap krisis selalu ada peluang untuk bangkit kembali."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.