Waspada Penyebaran Covid-19 Saat Mudik Idul Adha

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan sambutan saat Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan sambutan saat Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengantisipasi lonjakan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Adha pada Jumat, 31 Juli 2020. Lonjakan arus mudik ini diperkirakan terjadi karena pada Hari Raya Idul Fitri, pemerintah melarang masyarakat untuk mudik dan Idul Adha tahun ini diiringi dengan libur akhir pekan.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memerintahkan agar para petugas mengantisipasi adanya lonjakan penumpang maupun lalu lintas kendaraan saat mudik Idul Adha. "Kami melakukan antisipasi di simpul-simpul transportasi, di jalan-jalan nasional dan tol, dan di daerah wisata yang diprediksi akan terjadi peningkatan arus kendaraan karena long weekend mulai Jumat, Sabtu dan Minggu," ujar Budi Karya.

    Kemenhub telah mempersiapkan personel, serta berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian, dan dinas perhubungan untuk meningkatkan pengawasan, serta dengan operator transportasi. Menteri Budi Karya mengingatkan agar protokol kesehatan tetap diterapkan di mana pun berada untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Operator transportasi diimbau untuk memberikan dan memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang, mulai dari berangkat, selama dalam perjalanan, dan tiba di tujuan. "Kami berupaya membangun kepercayaan publik agar merasa percaya diri menggunakan transportasi publik seperti bus, kereta api, pesawat dan kapal," kata Budi Karya.

    Menteri Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan pada saat menggunakan transportasi publik. Protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker dan pelindung wajah, menjaga jarak, sering mencuci tangan atau membawa hand sanitizer, dan telah melakukan rapid test/PCR dengan hasil non reaktif/negatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.