Gara-Gara Kasus Covid-19, Hotel-Hotel di Solo Jadi Makin Ketat

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan hotel Sunan menyajikan makanan kepada tamu hotel dengan menggunakan masker, tameng wajah, dan kaos tangan sesuai protokol kesehatan di lingkungan hotel  di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 5 Juni 2020. Rencana pemkot Solo yang tidak memperpanjang status Kejadian Luar Biasa 7 Juni mendatang disambut positif oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    Karyawan hotel Sunan menyajikan makanan kepada tamu hotel dengan menggunakan masker, tameng wajah, dan kaos tangan sesuai protokol kesehatan di lingkungan hotel di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 5 Juni 2020. Rencana pemkot Solo yang tidak memperpanjang status Kejadian Luar Biasa 7 Juni mendatang disambut positif oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    TEMPO.CO, Solo - Hotel-hotel di Solo kian ketat menerapkan protokol kesehatan, setelah ada pasien positif terinfeksi virus corona. Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Solo, Ahyani, pada prinsipnya hotel sudah menerapkan standar operasional prosedur yang dituliskan dalam buku pedoman Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Pusat.

    PHRI Surakarta menyatakan manajemen hotel makin memperketat protokol kesehatan pascapenutupan dua hotel di Kota Solo, akibat ada tamu yang positif terjangkit Covid-19.

    "Sebelum kejadian ini semua hotel di Kota Solo sudah sangat waspada sehingga, dengan kasus yang dialami dua hotel ini akan makin meningkatkan kewaspadaan hotel terhadap tamu yang datang," kata perwakilan Humas PHRI Surakarta, Sistho A Srestho, di Solo, Jumat.

    Ia mengatakan selama ini manajemen hotel menerapkan protokol kesehatan yang ketat> Salah satunya, dimulai dengan pengecekan suhu tubuh.

    Selain itu, pihaknya juga mewajibkan para tamu mengisi "travel declaration form", agar memudahkan penelusuran jika terjadi kasus serupa seperti di dua hotel ini.

    "Pada prinsipnya hotel sudah menerapkan standar operasional prosedur yang dituliskan dalam buku pedoman PHRI Pusat. Meski demikian, membatasi akses pengunjung hotel dari kota tertentu tidak dilakukan lantaran tidak diatur dalam acuan tersebut," katanya.

    Terkait dengan penutupan dua hotel di Kota Solo, selama penutupan manajemen hotel wajib mengadakan tes cepat kepada seluruh karyawan, vendor, dan staf, "Seluruh ruangan juga harus didisinfektan agar saat dibuka kembali hotel sudah aman untuk seluruh tamu," ujarnya. Sedangkan perawatan hotel, sifatnya sudah rutin dan terprogram. 

    Sebelumnya, dua hotel berbintang empat di kota Solo ditutup karena menerima tamu ositif terinfeksi virus corona. Menurut Ahyani,para tamu yang dinyatakan positif ini merupakan pegawai dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang melakukan kunjungan kerja ke Solo.

    Ia mengatakan para pegawai kementerian tersebut datang ke Solo dengan membawa surat sehat dengan keterangan nonreaktif dari tes cepat. Namun, hasil tes swab menunjukkan hasil positif baru keluar setelah keenamnya sampai di Kota Solo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H