Beda Belanja di Mal Kini dan Dulu: Jangan Kumpul Agar Tak Ditegur

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menikmati hidangan makanan di pusat jajanan serba ada (Food Court) di Bandung Electronic Center (BEC), Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Sejumlah pengelola restoran dan pusat jajanan menerapkan protokol kesehatan ketat seperti pembatas di meja makan dan pengaturan jarak meja guna mencegah penyebaran COVID-19 di era tatanan normal baru. ANTARA/M Agung Rajasa/

    Pengunjung menikmati hidangan makanan di pusat jajanan serba ada (Food Court) di Bandung Electronic Center (BEC), Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Sejumlah pengelola restoran dan pusat jajanan menerapkan protokol kesehatan ketat seperti pembatas di meja makan dan pengaturan jarak meja guna mencegah penyebaran COVID-19 di era tatanan normal baru. ANTARA/M Agung Rajasa/

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal saat pandemi Covid-19, ada perbedaan besar ketimbang hari-hari biasa. Kini, pemilik toko dan manajemen mal menerapkan protokol kesehatan untuk langkah keselamatan.

    "Mal di Jakarta protokol sudah bagus sekali, saat masuk harus menggunakan masker dan mengecek suhu terlebih dahulu serta menggunakan hand sanitizer (cairan pembersih tangan)," kata Zainah Fitriah, anggota Junior Doctors Network Indonesia, Minggu, 12 Juli 2020.

    Zainah menambahkan, petugas satuan pengaman (Satpam) juga aktif memantau pengunjung. "Ketika ada pengunjung yang berkerumun langsung menegur dengan sopan," ujarnya.

    Ia mengingatkan, bahwa memakai masker termasuk upaya mencegah penyebaran virus corona, "Masker pelindung diri kita, jadi wajib terus dipakai," ucapnya.

    Sebab masker adalah peranti yang sering dipakai, maka harus rutin diganti setiap hari. Zainah menjelaskan, masker kain paling lama digunakan empat jam. Selepas itu harus diganti. "Masker kain akan menjadi basah dan lembap kemudian dapat menimbulkan jamur," katanya.

    Sedangkan bila juga menggunakan pelindung wajah (face shield), paling lama enam jam. Menurut Zainah, setelah enam jam pelindung wajah harus diganti atau dicuci. "Kita harus tetap mawas diri dan sadar. Musuh kita ini adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat jadi harus waspada," kata Zainah yang juga salah satu dokter di RS Wisma Atlet.

    Christina, pebisnis yang memiliki enam toko di Indonesia mengatakan tata cara pencegahan virus corona sudah diterapkan sejak 23 Juni. Pemeriksaan suhu tubuh dan memakai masker menjadi kewajiban pengunjung. "Jika tidak pakai masker tidak boleh masuk ke dalam toko," kata Christina saat melakukan dialog daring Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    Ia menjelaskan, toko telah menyediakan cairan pembersih tangan untuk pengunjung. Kemudian, menerapkan sistem transaksi tanpa uang tunai (cashless). Transaksi, ucap dia, menggunakan kartu kredit dan dompet elektronik. "Untuk meminimalkan pertukaran uang yang menjadi salah satu sumber penularan," ucapnya.

    Para pegawai toko pun sebelumnya telah melakukan tes cepat atau rapid test sebelum kembali bekerja. Christina mengatakan para pegawai juga telah melakukan konsultasi dengan dokter. Pegawai dilengkapi masker dan pelindung wajah. Pembersihan toko juga lebih sering, yakni tiga kali dalam sehari.

    Pengunjung menenteng tas belanja saat mengunjungi Mall Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020. ANTARA/Puspa Perwitasari

    "Sekarang kami lebih mendorong masyarakat untuk membeli secara online," katanya.

    Dengan demikian, masyarakat bisa berbelanja dari rumah. Nah, untuk menarik minat belanja secara daring dibuatlah promosi, "Promosi gratis pengiriman ketika berbelanja dengan harga tertentu. Pengiriman ojek online agar barang lebih cepat sampai ke pembeli," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kamala Harris, Senator yang Dikecam Donald Trump, Jadi Pilihan Joe Biden

    Calon Presiden AS Joe Biden memilih Senator California Kamala Harris sebagai calon wakilnya. Pilihan Biden itu mengejutkan Donald Trump.