6 Saran UNESCO untuk Pengembangan Geopark Kaldera Toba

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kaldera bekas letusan Gunung Toba Purba, dibangunlah Kerajaan Batak dan menjadi masyarakat yang berdiaspora ke berbagai wilayah. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

    Dari kaldera bekas letusan Gunung Toba Purba, dibangunlah Kerajaan Batak dan menjadi masyarakat yang berdiaspora ke berbagai wilayah. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba menerima enam rekomendasi UNESCO yang harus dijalankan. Rekomendasi ini keluar setelah UNESCO menetapkan Danau Toba sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark atau UGGp.

    "Ini menjadi pintu baru untuk pengembangan Danau Toba," kata General Manager Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, Hidayati di Medan, Kamis 9 Juli 2020. Hidayati menjelaskan Geopark Kaldera Toba telah ditetapkan sebagai bagian dari UGGp dalam sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris pada Selasa, 7 Juli 2020.

    Danau Toba, Sumatera Utara menjadi salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang diusung pemerintah. Untuk menunjang lokasi wisata itu, telah dibangun The Kaldera Toba Nomadic Escape, di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir. Pemerintah pun telah menganggarkan biaya Rp2,2 triliun untuk meningkatkan potensi wisata di danau tersebut. TEMPO/Tony Hartawan

    Berikut enam rekomendasi dari UNESCO kepada Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba:

    1. Mengembangkan hubungan antara warisan geologis dan warisan teritorial lainnya, seperti biotik alami, budaya, tidak berwujud melalui interpretasi, pendidikan, dan wisata. Termasuk melatih pemandu wisata lokal, operator, dan masyarakat setempat.

    2. Mengembangkan strategi kemitraan yang mencakup metodologi dan kriteria yang jelas untuk menjadi mitra.
      Poin dua ini berkaitan dengan akomodasi, katering, penyedia transportasi, penyedia aktivitas, dan produsen produk lokal.

    3. Memperkuat keterlibatan dalam aktivitas Global Geoparks Network dan Asia Pasifik Jaringan Geoparks untuk mempromosikan nilai di bawah payung Global Geoparks UNESCO.

    4. Mengembangkan strategi pendidikan dengan bekerja dalam kemitraan dengan UGGp lainnya.

    5. Meningkatkan strategi dan kegiatan pendidikan untuk memfasilitasi mitigasi bahaya alam dan perubahan iklim di sekolah-sekolah dan untuk populasi lokal.

    6. Memperkuat keterlibatan UGGp dalam studi penelitian, konservasi, promosi penduduk asli setempat dan budaya serta bahasa mereka.

    "Enam rekomendasi itu akan segera dijalankan," kata Hidayati. Masuknya Geopark Kaldera Toba menjadi UNESCO Global Geopark akan menguntungkan Indonesia, khususnya Sumatera Utara di sektor pariwisata. Investor dan wisatawan mancanegara diyakini akan semakin tertarik dengan kawasan Danau Toba.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.