Sambut New Normal, Pramuwisata di Banyuwangi Disertifikasi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramuwisata sedang menjelaskan koleksi Museum History of Java. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Pramuwisata sedang menjelaskan koleksi Museum History of Java. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi menggelar pelatihan protokol kesehatan dan uji kompetensi bagi para pemandu wisata. Uji kompetensi itu dalam rangka menyiapkan pariwisata Banyuwangi untuk menyongsong era new normal.

    Sebanyak 75 peserta yang tergabung dalam HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) maupun non-HPI mengikuti pelatihan ini. Selain akan mendapat pelatihan protokol kesehatan, mereka juga dilatih etika pramuwisata.

    "Di era new normal, pariwisata tidak lagi hanya mengedepankan pelayanan yang prima, namun protokol kesehatan yang ketat juga menjadi daya tarik utama," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, dalam rilis yang diterima TEMPO, Kamis, 9 Juli 2020.

    Bramuda mengatakan, standarisasi protokol kesehatan bagi pelaku wisata merupakan salah satu hal yang sangat penting di era new normal. "Para tour guide ini harus memiliki sertifikasi kelayakan sebagai pemandu wisata di era new normal, agar wisatawan bisa lebih tenang berwisata di Banyuwangi," jelasnya.

    Uji kompetensi ini, kata dia, dilakukan sangat ketat terutama untuk protokol kesehatan. Pelatihan melibatkan ahli dari Dinas Kesehatan, praktisi pariwisata, asesor pariwisata, serta akademisi pariwisata.

    "Ada tim dari Dinas Kesehatan yang menerangkan bagaimana seharusnya berinteraksi dengan wisatawan agar tercipta wisata aman, bersih, dan sehat. Mereka perlu tahu dan harus menerapkannya," kata Bramuda.

    Salah satu peserta pelatihan dari Himpunan Provider Outbond Indonesia, Siswanto, mengatakan sertifikasi tersebut sangat penting baginya. Ini untuk memberikan jaminan kepada para wisatawan yang menggunakan jasanya.

    "Dengan sertifikasi ini, kami merasa aman saat melakukan tugas sebagai tour guide. Wisatawan juga merasa nyaman karena kami telah dibekali sertifikat uji kompetensi standart protokol kesehatan," ujar Siswanto.

    DAVID PRIASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.