Program BISA Kemenparekraf Bantu Pelaku Desa Wisata Magelang

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan sedang menikmati keindahan matahari terbit di Candi Borobudur. Dok. Kemenparekraf

    Wisatawan sedang menikmati keindahan matahari terbit di Candi Borobudur. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, JakartaMagelang, Jawa Tengah, merupakan rumah bagi Candi Borobudur, yang juga salah satu destinasi wisata dunia. Selain itu, Magelang juga menjadi salah satu kantong desa wisata. 

    Untuk menghidupkan kembali desa wisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melibatkan 20 desa wisata di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA). Program ini memberikan insentif bagi pelaku desa wisata, dalam bentuk kegiatan padat karya. 

    Gerakan tersebut merupakan dukungan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo mengatakan 1.400 masyarakat desa terlibat langsung ke dalam gerakan tersebut.

    “Program BISA Desa Wisata merupakan gerakan padat karya yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelaku usaha parekraf dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di Desa Wisata untuk menghadapi kondisi new normal pascapandemi Covid-19,” katanya saat membuka program BISA. 
    Bupati Magelang Zainal Arifin, menjelaskan bahwa saat ini perlu aksi nyata pemerintah dalam membantu masyarakat, antara lain melalui Program Gerakan BISA pada desa wisata di Kabupaten Magelang, yang melibatkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.
    "Gerakan BISA ini dapat membantu menggerakan perekonomian masyarakat sekaligus mengantisipasi kondisi new normal dengan mempersiapkan desa wisata yang lebih baik yakni mengutamakan faktor health, hygiene, safety dan security yang baik," katanya.
    Zainal Arifin juga menjelaskan, pola tren berwisata saat kenormalan baru akan berubah, wisatawan cenderung memilih tempat-tempat dengan aktivitas outdoor dan wisata alam. Namun para pelaku juga ditekankan harus menjaga protokol kesehatan dengan baik agar tidak terjadi gelombang baru pandemi COVID-19.
    "Kabupaten Magelang diberi anugerah dari Tuhan panorama wisata alam yang luar biasa indah, maka itu menjadi tugas bagi kita untuk menggali potensinya dengan maksimal. Kondisi mengajak kita bersama melakukan aktivitas kenormalan baru dengan disiplin baik pengelola dan wisatawan yang datang," katanya.
    Saat pembukaan Program Gerakan BISA Desa Wisata juga digelar video confrence dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di 20 desa yang terlibat. Salah satu perwakilan pokdarwis Sidiq dari Desa wisata Candi Rejo, mengaku sangat terbantu dengan program yang digelar Kemenparekraf tersebut.
    "Kami mempunyai tanggung jawab terkait program ini. Bantuan ini kami harap bisa menggerakkan kembali pariwisata di desa yang kami kelola dan siap menyambut kenormalan baru," katanya.
    Desa wisata di Magelang mendapat insentif berupa kegiatan padat karya untuk menggerakkan kembali desa wisata. Dok. Kemenparekraf. Penandatangan gerakan BISA dilakukan oleh Kemenparekraf dan Pemkab Magelang. Dok. Kemanparekraf
    Ke 20 Desa wisata yang ambil bagian dari program BISA antara lain Desa Wisata Candi Rejo, Desa Wisata Wanurejo, Desa Wisata Karangrejo, Desa Wisata Borobudur, Desa Wisata Karanganyar, Desa Wistata Wringinputih, Desa Wisata Giripurno, Desa Wisata Giritengah, dan Desa Wisata Sambeng.
    Kemudian juga Desa Wisata Ngadiharjo, Desa Wisata Majaksingi, Desa Wisata Bigaran, Desa Wisata Kebon Sari, Desa Wisata Ngargogondo, Desa Wisata Tanjungsari, Desa Wistata Tuksongo, Desa Wisata Ngargoretno, Desa Wisata Banyubiru, Desa Wisata Ngawen, dan Desa Wisata Jamuskauman.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-Ciri Tabung Spesial Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 membutuhkan tabung yang terbuat dari kaca spesial untuk penyimpanannya. Seperti apakah ciri-ciri kaca itu? Berikut detailnya.