Australia Akhirnya Bobol Juga, Diterpa Gelombang Kedua Covid-19

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja mendisinfeksi meja sebuah penjaja makanan di sebuah bioskop di Melbourne, Australia, 22 Juni 2020. Gambar AAP/Daniel Pockett via REUTERS

    Seorang pekerja mendisinfeksi meja sebuah penjaja makanan di sebuah bioskop di Melbourne, Australia, 22 Juni 2020. Gambar AAP/Daniel Pockett via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelombang kedua wabah virus corona menerpa Melbourne, kota kedua terbesar di Australia. Wabah tersebut merusak reputasi Australia yang berhasil menekan peyebaran virus corona hampir ke titik nol. 

    Ibu kota negara bagian Victoria dengan populasi sekitar 5 juta itu, telah mengkarantina 12 area. Kota itu mencatat 127 kasus dalam semalam atau peningkatan harian terbesar kota itu. Selama akhir pekan, pihak berwenang Victoria melarang 3.000 penduduk dari sembilan tower perumahan publik meninggalkan apartemen mereka.

    Menurut BloombergMelbourne merupakan kota yang bergantung terhadap wisatawan mancanegara, pelajar internasional, dan migran. Hal ini tentu kembali menghambat ekonomi kota itu. 

    "Pendorong pertumbuhan itu tidak akan kembali dalam waktu dekat," kata Joiner. "Karena semakin jelas bahwa Victoria menderita jenis krisis yang berbeda dengan negara-negara bagian lain, itu akan menghalangi pariwisata domestik juga," kata Alex Joiner, kepala ekonom di IFM Investors di Melbourne.

    Pernah dikenal sebagai pembangkit tenaga listrik nasional, namun Victoria memilih menggerakkan ekonominya ke wilayah non-industrial. Kota itu merupakan tujuan belajar internasional, University of Melbourne dan Monash University.

    Selain kota pendidikan, ekonomi digerakkan dengan menjadi tuan rumah acara olahraga internasional seperti kejuaraan tenis Australia Terbuka, Grand Prix Formula 1 dan pacuan kuda Piala Melbourne.

    Negara tetap menjadi pemain ekonomi yang penting: Pada 2018-19, Victoria menyumbang 23,7 persen dari produk domestik bruto Australia, atau sekitar A$400 miliar (US$ 279 miliar). Kota itu hanya kalah oleh negara bagian New South Wales. 

    Namun angka-angka mentereng itu runtuh. Pandemi virus corona membuat ekonomi melambat -- paling lambat di Australia. lapangan kerja turun 7,6 persen dari tingkat pra-pandemi, yang terburuk dari semua negara bagian dan lebih rendah dari penurunan rata-rata 6,4 persen untuk negara secara keseluruhan.

    Wabah Victoria berimbas besar, "Australia diperkirakan menunda untuk mengaktifkan kembali perjalanan internasional dengan negara-negara lain seperti Selandia Baru dan Thailand," kata Yin Yeoh, seorang analis industri senior di IBISWorld, kepada Bloomberg.

    Fasilitas tes Covid-19 drive-through saat negara bagian Victoria mengalami lonjakan kasus wabah virus corona, di Melbourne, Australia, 25 Juni 2020. [AAP / Daniel Pockett via REUTERS]

    Yeoh memperkirakan pariwisata dan perhotelan seperti restoran dan kafe diperkirakan akan terus berjuang tahun ini dan berikutnya, "Sementara Victoria telah menjadi wilayah Australia pertama yang mengalami gelombang kedua Covid-19, itu tidak mungkin menjadi yang terakhir," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.