Ahli Ingatkan Kunci Sukses Mendongkrak Pariwisata Saat Pandemi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mendaki. Dokumentasi Kementerian Pariwisata

    Ilustrasi mendaki. Dokumentasi Kementerian Pariwisata

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Ahli Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada atau UGM, Janianton Damanik mengatakan komitmen menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama untuk kembali menggiatkan pariwisata.

    Informasi tentang bagaimana pelaksanaan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 akan memengaruhi kepercayaan wisatawan mancanegara di masa new normal. "Pastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat. Tanpa itu, jangan terlalu ambisius berharap turis akan datang," kata Janianton dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat 3 Juli 2020.

    Jika masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan, maka harapan terhadap wisman sulit untuk terwujud. Wisatawan mancanegara, menurut dia, perlu jaminan keamanan berbasis fakta. Tidak hanya aman dan nyaman di destinasi wisata, namun juga keamanan saat berinteraksi dengan masyarakat yang menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

    Saat ini Janianton Damanik meragukan calon wisatawan mancanegara akan tertarik ke Indonesia karena masih banyak orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Di jalan-jalan masih terlihat orang bergerombol tanpa memakai masker," kata dia. "Kalau wisatawan mancanegara melihat yang seperti itu, mereka tidak akan lagi menggubris promosi yang disampaikan."

    Ilustrasi wanita memakaikan masker pada orang lain. Freepik.com/Prostoleh

    Junianton Damanik mengimbau masyarakat agar mendukung penerapan protokol kesehatan karena manfaatnya bukan hanya untuk keamanan diri, lingkungan sekitar, namun sampai jauh ke urusan pariwisata. "Situasi saat ini menjadi pembelajaran bahwa jaminan perlindungan dari wabah merupakan hal yang sangat penting dalam sektor pariwisata," katanya.

    Bagi pelaku usaha pariwisata, Junianton Damanik menyarankan jangan fokus mengejar target jumlah pengunjung, melainkan mengutamakan kualitas. "Buat paket wisata berkualitas, memiliki nilai lebih, dan ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha pariwisata," kata dia.

    Pelaku usaha pariwisata juga diharapkan membuat dan menerapkan sistem baru untuk manajemen pengunjung berbasis digital. Dengan begitu, terdapat pengaturan waktu dan mengontrol jumlah pengunjung di destinasi wisata yang diharapkan dapat menghindari penularan virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.