Terbang Jadi Ribet, Coba Solusi Ini Agar Tak Kian Jadi Beban

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses boarding penumpang pesawat Batik Air. Foto: Lion Air Grup

    Proses boarding penumpang pesawat Batik Air. Foto: Lion Air Grup

    TEMPO.CO, JakartaMaskapai penerbangan dan Angkasa Pura turut merasakan penurunan antusias terbang dari para pelancong. Bisa dimaklumi, pasalnya, pelancong harus melengkapi diri dengan surat tugas dari kantor, surat keterangan bebas Covid-19 dengan rapid test ataupun PCR (Polymerase Chain Reaction) atau juga disebut swab test.

    Meskipun Angkasa Pura telah menyediakan sara rapid test di Bandara Soekarno Hatta dan Lion Air melayani rapid test dengan biaya relatif lebih murah. Kursi-kursi pesawat belumlah penuh seperti sedia kala. Belum lagi rasa was-was saat bertemu banyak orang di bandara dan di dalam kabin pesawat. Itu semua membuat pelancong enggan pelesiran.

    Baca: 6 Hambatan Terbang Bagi Traveler, Begini Solusinya dari AP II

    Lalu, apa solusinya? Berikut tips untuk mempermudah pelancong, untuk terbang kembali.

    Dokumen

    Sebelum bepergian siapkan dokumen perjalanan yang terdiri dari Kartu Tanda Penduduk (KTP). Untuk mempercepat pejalanan, lakukan rapid test di fasilitas bandara atau saat beli tiket di agen perjalanan daring atau (OTA) yang menjual voucher rapid test. Maskapai Lion Air Group juga telah menyediakan layanan rapid test, yang sementara ini masih untuk kota Jakarta.

    Semuanya bisa dilakukan sehari sebelum perjalanan, dengan terlebih dahulu memesan tiket pesawat.

    Check-in sejak dari rumah sangat membantu menghemat waktu dalam new normal. 

    Check-in dari rumah

    Bila dulu kebiasaan check-in dari rumah hanya untuk memilih kursi atau agar tak buru-buru, mulai sekarang biasakanlah. Pasalnya, proses antre bisa memakan waktu lebih lama dari biasanya. Pasalnya staf bandara menambah pemeriksaan kesehatan, begitupula staf maskapai. Jadi datanglah ke bandara bahkan empat jam sebelum keberangkatan. Mencetak boarding pass dari rumah, membantu menghemat waktu.

    Baca: Lion Air Menyediakan Layanan Rapid Test, Tarifnya Rp95.000

    Bawa masker, tisu anti bakteri, dan hand sanitizer

    Bandara-bandara telah menyediakan banyak stasiun cuci tangan atau hand sanitizer, untuk berjaga-jaga bawalah sendiri. Ini sangat penting, terutama saat duduk di dalam pesawat ataupun saat akan meninggalkan kursi pesawat. Tisu basah yang anti bakteri diperlukan untuk menyeka tempat-tempat di sekitar kursi, seperti sandaran, meja, bahkan jendela yang kadang saat tertidur kerap disandari pelancong.

    Bawa bacaan

    Membawa bacaan sendiri cukup penting. Pasalnya, begitu banyak tangan merogoh kantong pada kursi, hanya untuk membaca petunjuk keselamatan, membaca doa dalam perjalanan, dan mengambil inflight magazine. Jadi, bawalah bacaan sendiri agar merasa aman dan nyaman.

    Jangan panik berlebihan

    Padahal, menurut Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA), risiko penularan penyakit melalui virus atau bakteri relatif kecil di dalam pesawat. Karena sirkulasi udara dalam pesawat sangat baik, dan mampu menyaring partikel nano. Sehingga bakteri atau virus sulit membiak karena tersirkulasi oleh penyaring udara. Kabut antibakteri juga kerap dihembuskan sesaat setelah para penumpang duduk di dalam kabin.

    Bento ini berisi olahan daging, kentang, dan seafood. Foto: DestinAsian 

    Bawa makanan dan minuman sendiri

    Membawa makanan dan minuman sendiri dari rumah sangat membantu. Hal tersebut mengurangi pelancong bersentuhan dengan perangkat ataupun orang lain. Selain itu, usahakan buang air kecil atau hajat  di rumah atau sebelum terbang, untuk mengurangi risiko menyentuh permukaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.