Bali Safari and Marine Park dan Tirta Empul Segera Buka Lagi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang umat Hindu Bali menyucikan diri dalam ritual Banyu Pinaruh di Pura Tirta Empul, Gianyar, Bali, 20 Agustus 2017. Ritual membersihkan diri di pancuran mata air yang dilaksanakan setiap 420 hari kalender Bali itu dipercaya umat Hindu Bali dapat menyucikan raga dan pikiran atau batin. Johannes P. Christo

    Seorang umat Hindu Bali menyucikan diri dalam ritual Banyu Pinaruh di Pura Tirta Empul, Gianyar, Bali, 20 Agustus 2017. Ritual membersihkan diri di pancuran mata air yang dilaksanakan setiap 420 hari kalender Bali itu dipercaya umat Hindu Bali dapat menyucikan raga dan pikiran atau batin. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah destinasi wisata di Bali bersiap menerima wisatawan. Di Kabupaten Gianyar, ada Bali Safari and Marine Park dan Tirta Empul segera dibuka.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya memastikan dua destinasi wisata itu telah siap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. "Bali Safari adalah objek wisata terbesar di Gianyar yang dikelola oleh swasta. Cukup banyak wisatawan yang berkunjung ke sini," kata Wisnu Wijaya setelah meninjau kesiapan protokol kesehatan di Bali Safari and Marine Park, Rabu 1 Juli 2020.

    Bali Safari and Marine Park tutup sejak 23 Maret 2020 hingga sekarang. "Kami sangat siap memenuhi persyaratan protokol kesehatan di era new normal," kata Thomas Colbert, General Manager Bali Safari and Marine Park. Dari tinjauan lapangan, semua pegawai Bali Safari and Marine Park menggunakan alat pelindung diri seperti, face shield, masker, dan sarung tangan. Kendaraan yang masuk area Bali Safari and Marine Park juga disemprot cairan desinfektan.

    Pengelola telah menyediakan hand sanitizer dan wastafel untuk mencuci tangan di berbagai titik. Di pintu masuk juga ada petugas yang mengukur suhu tubuh pengunjung dengan menggunakan thermo gun. Ada pula keset yang terendam cairan disinfektan untuk mensterilisasi alas kaki para pengunjung.

    Petugas BKSDA Bali memberikan penjelasan tentang perawatan satwa secara langsung melalui media sosial saat melakukan kunjungan ke Taman Safari Bali di tengah kondisi pandemik virus corona (COVID-19) di Gianyar, Bali, Senin, 27 April 2020. Siaran ini dapat disaksikan para penggemar satwa dari rumahnya masing-masing. Johannes P. Christo

    Wisnu Wijaya menyampaikan beberapa saran kepada pengelola Bali Safari and Marine. Di antaranya penambahan fasilitas cuci tangan, pengukuran suhu tubuh agar tidak secara manual untuk menghindari antrean panjang, menyediakan klinik kesehatan untuk para pengunjung apabila ada yang kurang sehat. "Jangan sampai ada kasus Covid-19 apalagi cluster di destinasi wisata. Kalau sampai terjadi sudah pasti ditutup," katanya.

    Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Putrawan mengatakan, kewenangan pembukaan objek wisata ada pada Pemerintah Provinsi Bali. "Izin sebuah destinasi wisata untuk buka atau belum boleh dibuka didasarkan pada pemenuhan beberapa indikator dan tinjauan lapangan," kata dia.

    Selain berkunjung ke Bali Safari and Marine Park, Wisnu Wijaya juga menunjau objek wisata Tirta Empul di Tampaksiring. Sebagaimana Bali Safari and Marine Park, pengelola pemandian Tirta Empul juga menyatakan siap beroperasi kembali di masa new normal. Mereka juga telah menyiapkan berbagai protokol kesehatan telah ditetapkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.