Ini Alasan Thailand Batasi Minuman Alkohol pada Saat New Normal

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi bartender (pixabay.com)

    ilustrasi bartender (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurva infeksi virus corona di Thailand mendatar. Negeri itu berencana kembali membuka pub dan bar pada Rabu, 1 Juli 2020.

    Thailand juga berencana menyambut sebagian turis asing setelah tak ada transmisi virus corona selama lima pekan, kata pejabat pemerintah. Bahkan, pub, bar dan tempat karaoke bisa kembali beroperasi hingga tengah malam, selama mengikuti panduan kesehatan seperti menjaga jarak dua meter antar meja.

    Baca: Kawanan Dugong Ditemukan Bebas Berkeliaran di Perairan Thailand

    Hal yang menarik, peredaran alkohol bakal dibatasi. Alasannya konsumsi alkohol bisa mengurangi disiplin, "Jadi akan ada pemantauan ketat sebelum tamu masuk," kata Taweesin Wisanuyothin, juru bicara Pusat Administrasi Situasi Covid-19 Thailand, Senin, 29 Juni 2020, seperti dikutip dari Reuters.

    Warga negara asing yang punya izin kerja, izin tinggal dan keluarga di Thailand bisa memasuki negeri itu. Namun diwajibkan karantina selama 14 hari.

    Taweesin mengatakan turis yang datang untuk perawatan medis tertentu seperti operasi plastik atau perawatan kesuburan juga boleh datang ke Thailand.

    Turis untuk urusan bisnis dari Jepang, Korea Selatan, Singapura, Cina dan Hong Kong juga bebas dari masa karantina dua pekan, bila mereka punya sertifikat yang menunjukkan mereka bebas dari Covid-19 dan telah diperiksa saat tiba.

    Regulator penerbangan di Thailand melarang penerbangan internasional sejak April, "Tidak ada proposal untuk mengubah penangguhan penerbangan dan pelancong bisa kembali dengan penerbangan repatriasi dan penerbangan istimewa," kata dia.

    Virus corona telah membunuh 58 orang di Thailand, dan menginfeksi 3.169 orang, sementara 3.053 pasien telah sembuh dari Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.