Target Arab Saudi: Mendatangkan 100 Juta Turis Asing pada 2030

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs Madain Saleh yang diyakini merupakan kampung kaum Tsmaud. Foto: @visitsaudiarabia

    Situs Madain Saleh yang diyakini merupakan kampung kaum Tsmaud. Foto: @visitsaudiarabia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi bakal menjadi wisata sebagai pemasukan terbesar selain minyak bumi. Pemerintah Arab Saudi berencana membuka 38 objek wisata di tujuh destinasi wisata pada 2022.

    Saat ini, kerajaan itu hanya memiliki 15 situs atau objek wisata di empat destinasi. Dari 38 objek wisata itu, "Arab Saudi juga berupaya menyediakan 260.000 pekerjaan selama tiga tahun ke depan," kata Menteri Pariwisata Ahmed Bin Aqeel Al Khateeb yang juga ketua Dewan Direksi Otoritas Pariwisata Saudi.

    Dinukil dari Zawya, Al Khateeb menyatakan hal tersebut saat telekonferensi bersama para emimpin media massa di Arab Saudi. Telekonferensi dengan Zoom itu juga untuk melansir program wisata "Saudi Summer" atau Musim Panas Arab Saudi.

    Baca: JTTX, Pasar Wisata untuk Dorong Wisman ke Arab Saudi

    Di antara poin-poin yang paling penting yang disebutkan Al Khateeb dalam pidatonya, adalah keberadaan sejumlah proyek besar untuk menunjang pariwisata, seperti "NEOM, Laut Merah, Qiddiya, dan Gerbang Al-Diriyah", yang baru-baru ini diresmikan oleh Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman, menurut surat kabar Al-Riyadh.

    Al Khateeb secara eksplisit merujuk pada peran yang akan dimainkan oleh Otoritas Pariwisata Saudi. Otoritas ini bertugas mengembangkan paket dan produk pariwisata, mengaktifkan peran sektor swasta dalam pariwisata, berpartisipasi dalam pameran pariwisata lokal dan internasional, memasarkan destinasi dan situs wisata secara internal dan eksternal, dan mendirikan Tourist Experience Center.

    "Pariwisata merupakan 10 persen dari total pendapatan rata-rata ekonomi dunia. Sektor ini merupakan 18 persen dari pendapatan Spanyol, misalnya, 16 persen dari pendapatan Prancis, sementara itu menyumbang 3,5 persen dari pendapatan dalam ekonomi Kerajaan. Kami berharap untuk meningkatkan kontribusi sektor ini menjadi 10 persen pada tahun 2030," ujarnya.

    Menurut Al Khateeb, saat ini pariwisata mempekerjakan sekitar 600.000 orang, "Kementerian berusaha menyediakan 260.000 peluang kerja selama tiga tahun ke depan. Ia juga bertujuan untuk menyediakan 1 juta peluang kerja pada tahun 2030, sehingga total sekitar 1,6 juta peluang kerja pada saat itu," imbuhnya.

    Ratusan ribu jamaah melaksanakan Salat Jumat diluar Masjidil Haram, Makkah, (20/11). Jumat terakhir menjelang Wukuf Arafah, Masjidil Haram dipenuhi oleh jamaah jalan raya. ANTARA/Maha Eka Swasta

    Menurutnya, sektor swasta akan dilibatkan penuh dalam membangun pariwisata. Al Khateeb juga memuji undang-undang baru-baru mengenai pariwisata, yang salah satu kebijakannya adalah menerbitkan 500.000 visa hingga akhir Februari lalu.

    Target Kerajaan Arab Saudi untuk pariwisata, adalah mendatangkan 100 juta turis setiap tahun pada 2030. Tahun lalu, Arab Saudi dikunjungi 41 juta turis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.