Eropa Harap Warga Inggris Liburan, Ini Alasan Para Pelaku Bisnis

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria bermain jetski saat cuaca panas di klub Frodsham Watersports di Frodsham, Inggris, 25 Juni 2020. REUTERS/Molly Darlington

    Seorang pria bermain jetski saat cuaca panas di klub Frodsham Watersports di Frodsham, Inggris, 25 Juni 2020. REUTERS/Molly Darlington

    TEMPO.CO, Jakarta - Eropa meminta warga Inggris untuk berlibur ke Eropa pada musim panas. Hal tersebut dapat memutar ekonomi Eropa saat pariwisata di benua itu masih sepi.

    Uni Eropa telah membuka perbatasannya untuk wisatawan dari sesama anggota dan non anggota. Harapan lainnya, Uni Eropa menanti warga Inggris mengeluarkan uangnya untuk liburan musim panas ke Benua Biru.

    Undangan bagi warga Inggris itu, digemakan para kepala pariwisata di seluruh Eropa. Uni Eropa telah mencapai kesepakatan jembatan udara dengan Inggris, pada Rabu, 24 Juni 2020. Nicolas Langlois, Wali Kota Dieppe, di Normandia, Prancis utara, mengatakan kurangnya turis yang datang dengan feri dari Inggris telah memiliki pengaruh besar pada perekonomian kotanya.

    Baca: Meski Brexit, Wisatawan Inggris Masih Bebas Keliling Eropa

    “Dari hotel, bar, restoran, dan toko, kita tidak bisa menunggu sampai orang-orang Inggris kembali. Beberapa bisnis akan tutup kecuali mereka segera kembali," ujar Langlois kepada Mirror.

    Meskipun telah disepakati jembatan udara antara Inggris dan Uni Eropa, namun para menteri pariwisata belum mengkonfirmasi negara yang berpartisipasi. Tapi Belgia, Prancis, Jerman, Yunani, Spanyol dan Italia telah dimasukkan dalam daftar jembatan udara tersebut.

    Lonjakan baru-baru ini dalam infeksi Covid-19 di Portugal telah mengesampingkannya untuk saat ini, sementara ada juga ketidakpastian di sekitar Kroasia, Turki dan Malta. Presiden Asosiasi Hotel dan Pariwisata Algarve, Eliderico Viegas mengatakan Inggris adalah pasar utama mereka, “Kami mengandalkan mereka untuk menghadapi tantangan dan peluang baru ini,” ujarnya.

    Para pelaku bisnis perhotelan di Spanyol, yang telah melakukan pembatalan karena krisis, mendesak kami untuk terbang keluar. Negara ini adalah tujuan paling populer bagi warga Inggris. Diperkirakan 16 juta asal Inggris bertandang ke Spanyol setiap tahun. 

    Robert Webster, asal Cheltenham, Inggris, yang mengelola Hotel Arce di Galicia, barat laut Spanyol. Ia menjanjikan warga Inggris sebuah liburan luar biasa untuk musim panas di Spanyol. Menurutnya, berlibur di Spanyol tentu lebih luar biasa, “Bedanya, di Spanyol turis harus pakai masker,” imbuhnya.

    Agen-agen perjalanan di Inggris menyambut permintaan timpalan mereka di Eropa. TUI, operator perjalanan terbesar di Inggris berharap agar jembatan udara itu segera terwujud. TUI dan operator lainnya, menyebut jembatan udara menyelamatkan bisnis pariwisata, bukan hanya di Eropa tapi juga di Inggris.

    Domfront dipenuhi rumah-rumah kayu dengan jalan setapak yang masih bertahan dari abad ke-16. Foto: @normandy_tourism

    Namun Menteri Dalam Negeri Priti Patel memperingatkan, bahwa jembatan udara tak bisa dibangun dalam semalam, “Inggris membutuhkan waktu karena beberapa di antaranya akan dirundingkan dan didiskusikan dengan negara-negara tertentu,” ujarnya.

    Pemerintah Inggris akan membagi wilayah Eripa sesuai kondisinya terkait wabah virus corona, “Negara-negara akan diberi peringkat hijau, kuning atau merah, tergantung pada prevalensi virus corona,” imbuhnya. Inggris menerapkan karantina 14 hari, bagi warganya yang berkunjung ke negara-negara yang diberi peringkat hijau atau kuning.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.