Mau Mendaki Gunung Ciremai, Ketahui Dulu Pola Reservasi Kemah

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah seorang pendaki berada di puncak Gunung Ciremai. Foto: Instagram/@explore_ciremai

    Salah seorang pendaki berada di puncak Gunung Ciremai. Foto: Instagram/@explore_ciremai

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman Nasional Gunung Ciremai sedang bersiap menerima pengunjung dalam situasi new normal. Kegiatan berwisata alam pun akan berbeda selama pandemi virus corona (Covid-19). Ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi, bukan hanya sekadar memakai masker dan menjaga jarak.

    "Ada kuota transit camp (persinggahan kemah) yang sudah ditentukan," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuswandono dalam sesi bincang-bincang daring bersama Federasi Mountaineering Indonesia bertema 'Mendaki Gunung Aman dan Sehat di Masa Pandemi', Kamis, 25 Juni 2020.

    Baca: Syarat Naik Gunung Ciremai Saat Nanti Dibuka Kembali

    Kuswandono menjelaskan, sebelum mendaki pelancong harus melakukan pemesanan daring atau online. Sebab ada kuota jumlah pengunjung yang ditentukan.

    Pendakian umum selama dua hari satu malam. "Otomatis mesti ada pos yang biasanya digunakan untuk mendirikan tenda. Kami menyebut transit camp (kemah persinggahan)," ujarnya.

    Menurut Kuswandono, prosedur tetap untuk kemah persinggahan berfungsi untuk memastikan tempat jalur yang ditempuh. "Kalau sebelumnya orang mau kemah di mana saja silakan, mau jam berapa saja silakan," katanya.

    Namun, sekarang tidak demikian. Tempat kemah persinggahan telah diatur menggunakan kuota pendakian untuk setiap jalur. "Nah transit camp ini kuotanya adalah kapasitas tenda," ucap Kuswandono.

    Ia menjelaskan, reservasi tempat singgah kemah itu mengumpamakan seperti pemesanan tiket kereta. "Kita akan mendapat tiket, gerbong, dan tempat duduk nomor berapa," katanya.

    Kuota harian jalur dan tempat singgah kemah telah diatur pula dengan waktu pendakian. "Pendakian itu kami atur dari jam 07.00 pagi, maksimum jam 11.00, berangkat dari basecamp," ujarnya.

    Kemudian ada nomor kaveling tenda yang sudah dipesan. "Dari sisi kenyamanan pendaki yang sudah reservasi dan pembayaran bisa dijamin kepastian kaveling tenda tersebut," katanya.

    Ia menambahkan, penyediaan basis data (database) secara daring pun diperlukan untuk ketertiban. Hal itu untuk memastikan data pengunjung yang berangkat mendaki maupun sepulang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.