2 Museum Ini Punya Perspektif Beda Tentang Satu Perang yang Sama

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Museum Victorious Fatherland Liberation War di Korea Utara. Foto: Situs KoreaKonsult

    Museum Victorious Fatherland Liberation War di Korea Utara. Foto: Situs KoreaKonsult

    TEMPO.CO, Jakarta - Museum di Korea Selatan dan Korea Utara masing-masing menampilkan hal berbeda dari konflik yang sama, yakni Perang Korea. Pada Kamis lalu, 25 Juni 2020 peringatan 70 tahun Perang Korea.

    Di Pyongyang, ibu kota Korea Utara, tampak patung raksasa seorang tentara Korea Utara sedang memegang tinggi-tinggi bendera di depan Museum Victorious Fatherland Liberation War. Patung itu menunjukkan kemenangan atas konflik yang dikenal sebagai Perang Korea itu.

    Di dekat patung tersebut ada batu besar dengan ukiran tulisan. Itu merupakan tulisan tangan pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, kakek Kim Jong Un. Isinya, "Pencapaian heroik pasukan akan bersinar selama sepuluh ribu generasi."

    Adapun di Seoul, ibu kota Korea Selatan, pelat logam melapisi tembok Peringatan Perang Korea atau War Memorial of Korea. Pelat logam itu mencantumkan lebih dari 190 ribu nama warga Korea Selatan dan anggota koalisi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dipimpin Amerika Serikat, yang tewas ketika membela Republik Korea.

    Baik museum di Pyongyang maupun Seoul menampilkan patung monumental pejuang dan warga sipil yang terlibat dalam perjuangan. Ketika Perang Korea terjadi, pasukan Korea Utara datang beramai-ramai ke kawasan perbatasan-38.

    Museum War Memorial of Korea di Seoul, Korea Selatan. Foto: Situs Visit Korea

    Di tempat itu, Moskow dan Washington telah membagi semenanjung yang saat itu merupakan koloni Jepang, pada hari-hari penutupan Perang Dunia II. Namun Korea Utara berkeras bahwa negaranya diserang pertama kali oleh Amerika dan 'boneka-bonekanya' dari Korea Selatan.

    Setelah dua hari 'pengeboman awal', menurut pemandu museum di Pyongyang, Choe Un Jong, musuh menerobos sejauh 1 sampai 2 kilometer. "Tentara Rakyat Korea menggagalkan serangan mendadak musuh dan mereka segera berbalik melakukan serangan balasan." Namun, di museum di Seoul, Korea Selatan, kurator Go Hanbin menolak klaim itu. "Perang berasal dari upaya mereka untuk menyatukan seluruh Semenanjung Korea di bawah rezim komunis."

    Kendati Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada 1953, perang itu tetap meninggalkan sebagian besar kisah Semenanjung Korea dalam puing-puing dan masih berlanjut hingga kini dengan cara yang berbeda.

    SUKMA LOPPIES | JAPAN TIMES | ASSOCIATED PRESS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kamala Harris, Senator yang Dikecam Donald Trump, Jadi Pilihan Joe Biden

    Calon Presiden AS Joe Biden memilih Senator California Kamala Harris sebagai calon wakilnya. Pilihan Biden itu mengejutkan Donald Trump.