Wisata Domestik Era New Normal: Kuliner dan Milenial Mendominasi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Turis Milenial

    Ilustrasi Turis Milenial

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ingin menggenjot target kegiatan berwisata pelancong domestik, pada saat new normal.

    Membidik wisatawan domestik bukannya tak beralasan, "Dari segi jumlah sangat besar, akses lebih mudah. Kemudian, dalam melakukan perjalanan tidak cukup lama dengan perencanaan," kata Dedi Ahmad, bidang pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam sesi bincang-bincang daring bertema 'Mulai Liburan Lagi, ke Mana dan Gimana Enaknya?' pada Jumat, 26 Juni 2020.

    Baca: New Normal Pariwisata, Apa Saja yang Berubah Usai Wabah Corona

    Sebab itu, kata Dedi, Kemenparekraf meluncurkan gerakan kegiatan berwisata hanya di Indonesia saja. Hal itu pula yang mendorong segmentasi wisatawan domestik. Kegiatan wisata domestik ini juga memunculkan hal  baru.

    "Segmen milenial lebih dari 50 persen menjadi mayoritas pasar yang setiap tahun melakukan perjalanan wisata," ujarnya.

    Menurut dia, kegiatan berwisata di Indonesia daya tarik utama adalah jelajah kuliner. "Belanja makanan dan minuman itu lebih tinggi daripada bisnis akomodasi, transportasi yang lain," katanya.

    Kegiatan pariwisata, ucap Dedi, mendorong interaksi. Tetapi, dalam situasi pandemi harus ada pembatasan, sehingga perlu protokol kesehatan atau tata cara mencegah virus corona (Covid-19).

    "Kesehatan masyarakat tidak hanya pengunjung," ucapnya. Dedi menambahkan, penerapan protokol kesehatan menjadi prioritas dalam kegiatan berwisata, terutama fasilitas kepariwisataan yang banyak interaksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.