Mau Main ke Ancol, Cek Syarat dan Jam Buka Tutup Wahana

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Taman Impian Jaya Ancol telah menerima pengunjung lagi, pada Sabtu, 20 Juni 2020. Selama tiga bulan terakhir taman rekreasi ini ditutup karena pandemi Covid-19. Sekarang Ancol buka dengan menerapkan protokol kesehatan.

    "Hari pertama dibuka kembali, tercatat ada 2.668 pengunjung yang telah melakukan reservasi dan berwisata di Taman Impian Jaya Ancol," kata Manajer Komunikasi Perusahaan Taman Impian Jaya Ancol, Rika Lestari, Minggu, 21 Juni 2020.

    Dalam masa pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB ini, Rika mengatakan jumlah pengunjung dibatasi hingga 50 persen dari kondisi normal.
    "Hanya penduduk ber-KTP DKI Jakarta saja yang dapat membeli tiket dan reservasi untuk berekreasi ke Ancol," ucapnya.

    Bagi masyarakat dengan KTP selain Jakarta, Rika mengatakan, segera melakukan penyesuaian untuk kunjungan di lain waktu. "Tiket dianggap belum digunakan hingga ada ketentuan pembatasan domisili," katanya.

    Ketika Ancol dibuka lagi, pengunjung boleh menikmati suasana pantai sambil tetap menjaga jarak. Namun, aktivitas di pantai, seperti berenang, masih dilarang. Sebagian besar pengunjung memanfaatkan suasana di tepi pantai untuk berolahraga.

    Selain ber-KTP DKI Jakarta, batasan usia yang boleh berkunjung ke Ancol mulai 9 sampai 60 tahun. Mereka wajib memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, mematuhi etika ketika batuk atau bersin, dan menjaga kebersihan lingkungan.

    Berikut waktu operasional Taman Impian Jaya Ancol:

    - Pintu Gerbang Ancol, pukul 06.00 – 18.00
    - Pantai dan Kawasan Ancol, pukul 06.00 – 20.00
    - Dunia Fantasi, pukul 10.00 – 17.00
    - Ocean Dream Samudra dan Sea World Ancol, pukul 09.00 – 17.00
    - Allianz Ecopark, pukul 06.00 – 17.00


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.