Sebelum Dibuka Lagi, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Dibenahi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur pendakian Gunung Rinjani dari Lombok Barat. Dok. Humas Pemkab Lombok Barat

    Jalur pendakian Gunung Rinjani dari Lombok Barat. Dok. Humas Pemkab Lombok Barat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Rinjani, ikon wisata alam dan petualangan di Nusa Tenggara Barat bersiap dibuka. Menurut Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), pihaknya segera membuka jalur pendakian Gunung Rinjani, di Pulau Lombok, setelah ada persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

    "Kami sudah melakukan berbagai persiapan sebelum pembukaan jalur pendakian, namun tetap menunggu arahan dari kementerian," kata Kepala BTNGR, Dedy Asriady.

    Sebelum dibuka kembali, BTNGR telah memperbaiki berbagai fasilitas, antara lain perbaikan enam jalur wisata pendakian, yakni Sembalun, Timbanuh, Torean, dan Propok, di Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, di Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan jalur pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

    Proses perbaikan seluruh jalur pendakian tersebut sudah selesai sejak akhir Maret 2020. Selain memperbaiki jalur pendakian, BTNGR juga menyiapkan destinasi nonpendakian, seperti air terjun Otak Kokoq, air terjun Jeruk Manis, Sebau, dan lainnya sudah siap.

    Dedy menambahkan, pihaknya juga akan membahas finalisasi standar operasional prosedur (SOP) pendakian dan nonpendakian bersama para pihak terkait pada akhir Juni 2020.

    BTNGR juga terus berkoordinasi terkait persiapan pembukaan jalur pendakian dengan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara, serta tim gugus COVID-19 di daerah.

    "Jika semua sudah final, kami akan laporkan ke KLHK untuk mendapatkan izin pembukaan jalur pendakian," katanya.

    BTNGR menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani dan seluruh destinasi wisata non-pendakian yang berada di dalam kawasan taman nasional sejak 16 Maret 2020.

    Penutupan tersebut berdasarkan surat edaran KLHK, dan keputusan bersama Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Tengah, dan Lombok Utara, setelah melihat dampak makin meluasnya penyebaran COVID-19 yang sudah menjadi bencana non-alam secara nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.