Daftar Destinasi Wisata Virtual dan Apa Saja Fiturnya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keraton Kasepuhan ini dibangun oleh Panembahan Pakungwati I tahun 1529 di Cirebon, Jawa Barat, (26/1). Keraton kerajaan Islam ini merupakan perluasan dari Keraton Pakungwati yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana. TEMPO/Prima Mulia

    Keraton Kasepuhan ini dibangun oleh Panembahan Pakungwati I tahun 1529 di Cirebon, Jawa Barat, (26/1). Keraton kerajaan Islam ini merupakan perluasan dari Keraton Pakungwati yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi. Kendati jalur penerbangan dan perjalanan darat dibatasi, ada banyak cara menuntaskan hasrat berwisata itu.

    Salah satunya dengan mengikuti tur virtual yang digelar museum, objek wisata, taman, hingga kebun raya. Baik di luar maupun di dalam negeri.

    Tur virtual ini ada yang gratis, ada yang berbayar. Ada pula penyedia tur yang membuat konten menggunakan aplikasi dan alat virtual reality, seperti Ascape yang populer di YouTube.

    Perusahaan pemilik aplikasi Ascape melaporkan pengguna dan pengunduh aplikasi mereka meningkat 60 persen sejak akhir tahun lalu hingga kini. Meski hanya berjalan-jalan di dunia maya, setidaknya foto-foto pemandangan yang tersaji cukup menyegarkan mata.

    Apa saja tur virtual yang menarik untuk dikunjungi? Berikut ini daftarnya.

    1. Iheritage.id
      Situs ini berisi katalog museum, budaya, dan alam dalam bentuk audio-visual dan tur virtual. Pengunjung tinggal mengakses situs Iheritage.id dan memilih museum yang hendak didatangi secara virtual. Beberapa museum yang bisa dijelajahi menggunakan foto 360 derajat interaktif antara lain:

      • Museum Nasional RI
      • Museum Kepresidenan RI
      • Museum Konferensi Asia-Afrika
      • Museum Maritim Indonesia
      • Museum Sri Baduga
      • Kasepuhan Cirebon
      • Museum Bank Indonesia

    2. Kebun Raya Bogor
      Tur virtual Kebun Raya Bogor disediakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai pengelola Kebun Raya. Tur ini tersedia sejak Oktober tahun lalu di situs Vtkrb.pddi.lipi.go.id dalam bentuk audio-visual dan foto 360 derajat interaktif. Foto juga dilengkapi dengan tombol informasi yang jika diklik akan menampilkan data dan informasi menarik perihal lokasi yang dilihat pengunjung.

    3. JKT Good Guide
      Tur virtual terjadwal dan berbayar ini diinisiasi komunitas wisata JKT Good Guide. Peserta diajak berkeliling ke lokasi-lokasi seperti Kota Tua Jakarta, Monas, hingga sejumlah toko kopi populer di Ibu Kota.

      Tur dilakukan menggunakan aplikasi Google Street, dilengkapi dengan pemandu yang akan memberi penjelasan kepada peserta melalui aplikasi Zoom. Jadwal dan cara mengikuti tur bisa dilihat di Instagram @jktgoodguide.

    4. Taman Impian Jaya Ancol
      Menggunakan aplikasi live streaming di aplikasi Instagram, pengelola kawasan Taman Impian Jaya Ancol mengadakan tur virtual dalam bentuk video. Pengunjung diajak berjalan-jalan di sejumlah lokasi rekreasi di Ancol, seperti Pantai Ancol dan Ocean Dream Samudra. Video juga dilengkapi dengan penjelasan oleh pemandu. Tur ini tak dilakukan setiap hari. Untuk mengetahui jadwalnya, pengunjung dapat mengakses akun Instagram @ancoltamanimpian.

    5. KA Wisata
      Anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia, PT Kereta Api Pariwisata, juga mengadakan tur virtual ke sejumlah obyek wisata di beberapa kota. KA Wisata sudah menggelar dua kali tur terjadwal dan berbayar ini, dengan lokasi di gedung Lawang Sewu Semarang dan di Yogyakarta.

      Biaya yang dibayar peserta akan didonasikan sebagian untuk masyarakat yang terkena dampak virus corona. Tur diselenggarakan menggunakan aplikasi Zoom dengan peserta terbatas. Informasi untuk mengikuti tur dapat dilihat di Instagram @kawisata.

    6. Machu Picchu
      Tur virtual ke situs World Heritage UNESCO, Machu Picchu di Pegunungn Andes, Peru, tanpa melangkahkan kaki ke luar rumah. Tur dilakukan melalui foto 360º interaktif yang akan sangat optimal jika dilihat menggunakan perangkat virtual reality. Dapat diakses gratis di alamat Youvisit.com/tour/machupicchu.

    7. Museum Louvre
      Tanpa membayar tiket pesawat dan berdesak-desakan dengan pengunjung lain, Anda bisa melihat lukisan Monalisa asli karya Leonardo da Vinci melalui layar ponsel. Ada juga ribuan koleksi lain dari museum yang terletak di Paris, Prancis, ini.

      Pengunjung dapat memilih ruangan di museum yang ingin dikunjungi. Tur virtual juga dilengkapi dengan peta navigasi sehingga pengunjung dapat puas mengeksplorasi setiap ruangan yang ada. Tur ini dapat diakses di situs Louvre.fr/en/visites-en-ligne.

    8. 3-Minute Tour, Tokyo
      Sebelum masa pandemi, Tokyo adalah salah satu destinasi internasional terpopuler bagi warga Indonesia. Anda yang rindu berkunjung ke ibu kota Jepang itu dengan mudah dapat berkeliling Tokyo sambil duduk di rumah. Tak hanya berkeliling kota, pengunjung dapat merasakan atmosfer sehari-hari di Tokyo lengkap dengan aktivitas warganya.

      Tur virtual ini disediakan oleh lembaga pariwisata resmi pemerintah Jepang dalam bentuk video yang diunggah di kanal YouTube Visit Japan. Tur akan lebih maksimal dinikmati menggunakan perangkat atau kacamata khusus virtual reality.

    9. Vatikan
      Mengunjungi kota suci Vatikan di Roma, Italia, menjadi mudah berkat adanya situs resmi Museivaticani.va. Di situs ini siapa saja bisa melongok keindahan arsitektur dan monumen bersejarah yang berada di kota kediaman Paus itu. Pengunjung bahkan bisa masuk ke dalam Sistine Chapel dan Raphael’s Room yang terkenal dengan keindahan karya seni di dalamnya.

    10. Acropolis
      Di luar masa pandemi, Acropolis di Atena, Yunani, adalah tujuan wisata yang sangat populer. Di sini terdapat Kuil Parthenon dan Teater Dionysus yang terkenal. Tak hanya disajikan dalam bentuk foto dan video interaktif, tur juga diperkaya dengan informasi dan kisah sejarah terkait dengan lokasi tersebut. Tur dapat diakses di Acropolisvirtualtour.gr

    PRAGA UTAMA | TECHINSIDER | BERBAGAI SUMBER (DIOLAH)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.