6 Kuliner Tradisional yang Mulai Langka

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi berbagi foto kuliner di media sosial. Digitalcoco.com

    Ilustrasi berbagi foto kuliner di media sosial. Digitalcoco.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuliner tradisional merupakan salah satu daya tarik di sebuah destinasi wisata. Saat berjalan-jalan ke suatu daerah, tentu Anda akan mencari tahu apa makanan khas masyarakat di tempat itu.

    Dan biasanya, kuliner tradisional ini hanya bisa dijumpai di tempat asalnya. Kalaupun ada yang menyediakan kuliner serupa di tempat lain, bisa jadi itu adalah cara untuk memperkenalkan lebih luas ke masyarakat.

    Jadi kira-kira kuliner tradisional apa yang mulai langka atau sulit dijumpai saat ini? Berikut ulasannya:

    1. Es Selendang Mayang

      Ilustrasi es selendang mayang. shutterstock.com
      Minuman khas Betawi ini perpaduan kue kenyal berwarna-warni yang disiram dengan kuah santan dan gula merah cair. Rasa manisnya bisa menyegarkan sekaligus mengenyangkan.

    2. Bubur Kampiun

      Bubur Kampiun. TEMPO/Febrianti

      Bubur kampiun merupakan makanan khas Bukittinggi, Sumatera Barat. Ada beberapa elemen dalam hidangan ini, antara lain candil, bubur sumsum, kacang hijau, kolak pisang, kolak ubi, ketan, dan kolang-kaling. Cara menghidangkannya, Anda cukup menyiram berbagai elemen dengan kuah santan yang dicampur gula merah.

    3. Kicak

      Kicak, kue khas Ramadan yang dijajakan di Pasar Sore Ramadan Kampung Kauman Kota Yogyakarta. TEMPO/Anang Zakaria

      Kicak adalah salah satu kuliner wajib saat Ramadan bagi warga Yogyakarta. Anda bisa menemukannya di Pasar Sore Ramadan Kampung Kauman. Hidangan ini terbuat dari nasi ketan yang ditumbuk halus, dicampur dengan gula, parutan kelapa, santan, daun pandan, dan potongan buah nangka sebagai pelengkap. Rasanya manis dan gurih sehingga pas untuk menu berbuka.

    4. Asida
      Asida adalah kudapan khas Maluku. Asida merupakan hidangan dengan tampilan menyerupai bola berwarna kecokelatan. Takjil ini terbuat dari adonan terigu dan air, lalu dibentuk menyerupai bola. Warna cokelat terbentuk dari saringan air gula merah, kayu manis bubuk, pandan, dan kapulaga. Setelah adonan bulat, bentuklah lubang tepat di bagian tengah dan siram dengan mentega.

    5. Ketan Bintul

      Ketan bintul khas Serang yang hanya diproduksi saat Ramadan. TEMPO/Darma Wijaya

      Cemilan khas Serang, Banten, ini berbahan dasar nasi ketan yang disajikan dengan taburan serundeng dan kuah rendang daging sapi. Konon makanan ini kesukaan para raja Banten. Rasanya gurih sehingga bisa menjadi alternatif untuk mengisi perut kosong.

    6. Kanji Rumbi

      Resep Kanji Rumbi

      Bubur khas Aceh kaya rasa ini di daerah asalnya lazim dibuat ketika Ramadan. Di luar Aceh, bubur ini sulit ditemukan. Bahan utamanya beras yang diberi sayur-sayuran dan bumbu rempah-rempah, antara lain wortel, kunyit, jahe, bawang, daun sop, santan kelapa, daun pandan, serai, hingga daun pandan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.