Begini Nasib Sabun-Sabun Bekas Kamar Hotel di Hong Kong

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sabun mandi (Pixabay.com)

    Ilustrasi sabun mandi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat menginap di hotel semalam atau dua malam, sabun di kamar mandi hotel tak selalu dipakai. Andaikan dipakai, selalu tersisa. Lalu ke mana sisa sabun-sabun itu? di Indonesia mungkin saja sabun-sabun itu belum dimanfaatkan atau terbuang percuma. Tapi di Hong Kong beda ceritanya. 

    Di kota itu berdiri lembaga Soap Cycling, yang membantu hotel-hotel mendaur ulang ratusan ribu sabun batangan yang tak terbuang. Hasil daur ulang kemudian didistribusikan dalam paket peralatan kebersihan untuk para tunawisma dan komunitas berpenghasilan rendah.

    Dilansir Reuters, Lembaga Swadaya Masyarakat yang dibentuk pada 2012 itu telah bekerja sama dengan 80 hotel, termasuk hotel mewah bintang lima seperti Island Shangri-La dan Mandarin Oriental Hong Kong. Mereka berhasil mengumpulkan sekitar 17.545 kg sabun tahun lalu.

    "Kami di sini untuk menolong orang yang sangat membutuhkan produk kebersihan," kata manajer operasi Soap Cycling, Matthew Mo. Menurutnya, daur ulang sabun juga membantu mengurangi dampak lingkungan.

    Bagaimana Cycling Soap bekerja? Mula-mula para relawan memproses sabun-sabun itu di gudang, dengan mengikis lapisan terluar. Kemudian menghancurkannya jadi serpihan, dan membentuknya lagi jadi sabun batangan besar.

    Menurut Mo, sabun yang dibuang tidak perlu disanitasi sebelum didaur ulang karena nilai pH-nya tidak kondusif untuk pertumbuhan bakteri.

    Sabun daur ulang dikemas dalam paket berisi masker bedah dan hand sanitiser, dan dikirimkan ke yayasan yang menyumbangkannya kepada tunawisma atau anak usia sekolah dari komunitas berpenghasilan rendah.

    Sekitar 5.000 paket kebersihan dikirim per tahun kepada ImpactHK, LSM di Hong Kong yang bekerja membantu tunawisma. Setiap paket yang dibagikan ImpactHK berisi sabun daur ulang.

    Soap Cycling, yang berbasis di Hong Kong, telah mengembangkan program daur ulang ini ke Myanmar, Singapura dan daratan China, dan mendistribusikan sabun-sabun ke Filipina dan Kamboja. Lalu kapan mereka ke Indonesia?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.