Wisata Kuliner Mandi Bareng Rempah India

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Berbagai sajian roti khas India seperti naan truffle, naan garlic, papadum, chapati, paratha cheese, dan paratha tikka dengan saos butter, chutney, mint yoghurt, dan pickled onions buatan Mandi Indian. TEMPO/Nita Dian

    Berbagai sajian roti khas India seperti naan truffle, naan garlic, papadum, chapati, paratha cheese, dan paratha tikka dengan saos butter, chutney, mint yoghurt, dan pickled onions buatan Mandi Indian. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat mendengar kata 'mandi', langsung terbayang senampan besar nasi basmati dengan potongan daging kambing muda atau ayam. Kuliner Mandi, sajian khas Timur Tengah, memang cukup populer di negara bermayoritas penduduk muslim, termasuk Indonesia. Biasanya, mandi disuguhkan dalam acara spesial atau untuk memeriahkan perayaan besar, seperti Idul Fitri.

    Namun, di India, mandi juga digandrungi sebagai makanan harian. "Dulu (mandi) memang untuk muslim India, tapi sekarang masyarakat India umum sudah makan itu juga," kata Tariq, kenalan asal India. Mandi pun kian berkembang, menyesuaikan pakem masakan India yang berani rempah.

    Salah satunya mandi racikan Mandi Indian Food. Restoran yang berada di Kemang, Jakarta, ini memodifikasi mandi dengan cita rasa India yang kuat. Potongan daging kambing yang biasanya menghias mandi Timur Tengah diganti dengan ayam panggang khas India bernama Chicken Tikka. Ayam tanpa tulang dipotong kecil dan direndam dalam campuran air lemon serta rempah. Chicken Tikka berwarna oranye pekat, tapi pedasnya tidak menyiksa. Justru kesegaran lemon yang lebih kentara. Asam lemon lebih berimbang saat disuap bersama Fragrant Yellow Rice.

    Nasi gurih ini menggunakan basmati yang dibumbui kunyit, bawang bombai, tomat, dan daun kari. Jadi, tekstur Fragrant Yellow Rice tidak selengket nasi dari beras biasa. "Nasinya itu licin pas ditelan," ucap Mani, rekan icip-icip kuliner India hari itu. Nasi kuning India ini berkesan baginya walau rasa pahit sedikit tersisa di langit-langit mulut setelah mengunyah. After taste ini bersumber dari biji mustard, butiran hitam sebesar ketumbar.

    Untuk sensasi rempah yang lebih kuat, sepiring kecil chutney disuguhkan melengkapi mandi versi India. Chutney adalah sejenis saus khas India dari lumatan sayur atau buah. Dalam set Chicken Tikka, saya mendapatkan chutney daun ketumbar. Tekstur dan rasa chutney hijau pekat ini mirip pesto, saus daun basil yang banyak digunakan dalam pasta Italia. Sedangkan pada set Butter Chicken, Mandi Indian Food memberikan ekstra dahi pudina chutney dalam wadah mungil. Saus cacahan halus daun mint dan yoghurt ini membuat Butter Chicken yang gurih jadi menyengat di lidah.

    Sajian khas India berupa Chicken Tikka Set dengan Fragrant Yellow Rice buatan Mandi Indian Food. TEMPO/Nita Dian

    Seperti Chicken Tikka, Butter Chicken juga terbuat dari ayam tanpa tulang. Serat dagingnya pun sama-sama halus. Namun Butter Chicken disajikan dalam kuah rempah. Kuah kental berwarna kemerahan ini nikmat dicocol dengan sobekan chapatti, roti khas India. “Butter Chicken kuat rasa rempahnya, tapi masih cocok untuk lidah Indonesia. Rotinya juga enak,” tutur Rizki, adik saya, yang menikmati sajian India untuk pertama kalinya. Mandi Indian Food memberikan pilihan nasi atau roti sebagai sumber karbohidrat.

    Selain membeli chapatti, saya memesan dua varian paratha, dua varian naan, dan satu papadum. Roti-roti India sekilas terlihat serupa. Chapatti dan paratha sama-sama berbentuk bulat, tapi chapatti dipendat lebih tipis. Naan sedikit berbeda. Juru masak Mandi Indian Food membuatnya lonjong, bervolume, dan bertekstur lembut. Walau berbentuk pipih, ketiga roti tadi relatif mengenyangkan. Sementara itu, papadum yang kering dan tipis serupa opak sebelum digoreng.

    Jika ingin makanan yang lebih ringan, frankie bisa menjadi alternatif. Street food kegemaran warga India ini dikenal juga sebagai burritos bergaya Bombay. Potongan Chicken Tikka atau Butter Chicken dibungkus bersama selada, irisan bawang bombai merah, chutney daun ketumbar, yoghurt mint, serta mayo pedas. Frankie Mandi Indian Food ini mirip kebab, tapi berukuran lebih panjang dan padat. Jadi, jajanan seharga Rp 45 ribu ini pas untuk mengganjal perut walau disantap berdua.

    Baik versi India maupun Timur Tengah, inti dari mandi adalah kebersamaan. Karena itu, mandi identik dengan porsi besar. Selain menyediakan porsi perorangan, Mandi Indian Food membuat paket mandi untuk pelanggan berkelompok besar: Mandi Bareng dan Mandi Rame-rame. Mandi Bareng, yang dibanderol Rp 375 ribu, terdiri atas lima set Butter Chicken dan lima naan spesial. Sedangkan Mandi Rame-rame, yang harganya lebih murah Rp 25 ribu, berisi dua set Butter Chicken, dua set Chicken Tikka, satu pilihan set Butter Chicken atau Chicken Tikka, dan lima naan spesial.

    Kedua paket Mandi Indian Food tersebut bisa menjadi inspirasi makan siang bersama teman sekantor pada new normal mendatang. Semacam perayaan kecil seusai penantian panjang pembatasan sosial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.