SpaceX Berhasil Bawa Astronot, Wisata Luar Angkasa Tak Mustahil

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Astronot NASA, Bob Behknen (kiri) dan Doug Hurley akan menjadi yang pertama terbang menggunakan pesawat ruang angkasa SpaceX Crew Dragon dalam misi Demo-2. Kredit: SpaceX

    Astronot NASA, Bob Behknen (kiri) dan Doug Hurley akan menjadi yang pertama terbang menggunakan pesawat ruang angkasa SpaceX Crew Dragon dalam misi Demo-2. Kredit: SpaceX

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah 18 tahun membangun perusahaan SpaceX, Elon Musk yang juga pemilik perusahaan mobil listrik Tesla. Pada Sabtu, 31 Mei 2020, di tengah ancaman hujan dan kilat pada hari Sabtu, salah satu roket Falcon 9 milik SpaceX, dengan tenaga penuh mengudara pada pukul 03.22 malam.

    Cuaca buruk bisa saja membatalkan peluncuran untuk kedua kalinya. Tapi peluncuran itu berhasil, Falcon 9 menghambur ke atas, meninggalkan api, asap, dan debu.

    Sekitar 12 menit kemudian, sebagaimana diberitakan Business Insiderroket setinggi gedung 23 lantai berkecepatan 17.500 mph, melepaskan pesawat ruang angkasa ke orbit rendah Bumi.

    Itulah Crew Dragon, pesawat ruang angkasa komersial yang dikembangkan SpaceX. Di hari bersejarah itu, Crew Dragon mengangkut astronot NASA Bob Behnken dan Doug Hurley.

    "Ini benar-benar suatu kehormatan untuk menjadi bagian dari upaya besar, agar Amerika Serikat kembali dalam bisnis peluncuran pesawat antariksa," kata Hurley, beberapa menit sebelum lepas landas kepada Business Insider.

    Penerbangan ini tidak hanya menghidupkan kembali pesawat luar angkasa Amerika, tetapi juga membuka pintu bagi SpaceX untuk membantu mengkomersilkan ruang angkasa.

    Elon Musk, yang mendirikan SpaceX pada tahun 2002, menyatakan antusiasmenya selama upaya peluncuran, "Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya dan semua orang di SpaceX," ujarnya. "Aku bahkan tidak bermimpi bahwa ini akan menjadi kenyataan."

    Meskipun jadi perjalanan bersejarah, bagian yang sulit belum berakhir untuk SpaceX dan NASA - mitra yang telah menginvestasikan lebih dari US$3,14 miliar untuk mendorong pengembangan sistem.

    SpaceX telah berhasil meluncurkan roket 86 kali. Tapi menerbangkan kapsul luar angkasa berawak dan menjaga penumpang tetap hidup adalah masalah lain.

    Untuk membuktikan kepada NASA dan seluruh dunia bahwa hal itu dapat dilakukan, para astronot akan menghabiskan beberapa hari ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Di sana mereka tinggal selama 110 hari sebelum kembali ke bumi.

    Perjalanan Wisata Ruang Angkasa

    Keberhasilan SpaceX menjadi titik cerah, bagi cita-cita Elon Musk, yang berencana membuat tur untuk manusia ke ruang angkasa. Perusahaan penerbangan ruang angkasa partikelir itu, berencana menerbangkan turis, untuk berkeliling bumi sekitar akhir 2021 atau pada awal 2022.

    Bahkan, SpaceX mengumumkan kerja sama dengan agen wisata luar angkasa, Space Adventure, lansir The Verge, Selasa, 18 Februari 2020. Sebelumnya, Space Adventures berhasil membantu tujuh orang melakukan perjalanan ke (dan dari) International Space Station (ISS) dengan menaiki roket dan pesawat ruang angkasa Soyuz milik Rusia.

    SpaceX dan Space Adventures mengatakan, bahwa para wisatawan akan terbang dengan pesawat ruang angkasa Dragon versi yang dapat digunakan oleh manusia milik SpaceX. 

    SpaceX Crew Dragon. Kredit: Space Googlevesaire/YouTube

    Dan pada September 2018, SpaceX mengumumkan berniat untuk mengirim salah satu penumpang tersebut, yaitu miliarder Jepang, Yusaku Maezawa untuk mengelilingi Bulan menggunakan Big Falcon Rocket, yang belum dibuat SpaceX.

    Maezawa berencana untuk memulai perjalanan ke Bulan pada awal 2023. Sementara itu, belum jelas apa yang terjadi pada pelanggan kedua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.