Malam Takbiran, Tiada Takbir Keliling di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menampilkan atraksi bermain api saat berlangsungnya malam takbiran di Kampung Kauman, Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, 5 Juli 2016. TEMPO/Pius Erlangga

    Warga menampilkan atraksi bermain api saat berlangsungnya malam takbiran di Kampung Kauman, Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, 5 Juli 2016. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan akan patuh dan menjalankan maklumat bersama yang sudah disepakati berbagai unsur organisasi dalam rangkaian perayaan kegiatan ibadah menyambut Hari Raya Idul Fitri di masa pandemi Covid-19 ini.

    Dalam maklumat yang diteken forum komunikasi pimpinan daerah atau Forkominda Kota Yogyakarta bersama organisasi seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) pada Rabu, 20 Mei 2020, disepakati enam poin untuk menyambut Hari Lebaran sekaligus mencegah penyebaran Covid-19. Di antara poin kesepakatan itu adalah tiada takbir keliling di malam takbiran. Kegiatan takbir keliling diganti dengan takbir dari rumah masing masing.

    Masyarakat juga diimbau melaksanakan salat Ied di rumah masing masing, baik secara pribadi atau berjamaah, dengan khutbah atau tanpa khutbah. "Maklumat bersama itu dibuat agar bisa menjadi pedoman bagi masyarakat," ujar Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat 22 Mei 2020.

    Heroe yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu mengatakan jika sampai saat ini belum ada laporan akan ada masyarakat yang nekat menggelar takbiran keliling. "Begitu juga salat Ied, belum ada yang terpantau akan menggelarnya di lapangan atau masjid- masjid besar," ujar Heroe.

    Pemerintah Kota Yogyakarta, ujar Heroe, akan memantau wilayah melalui para camat di 14 kecamatan terkait aktivitas takbiran dan salat Ied. Kegiatan takbiran menyambut Idul Fitri memang menjadi tradisi yang sulit dilepaskan, termasuk di Kota Yogyakarta.

    Salah satu pusat acara takbiran yang selalu semarak dan melibatkan ribuan orang adalah Masjid Gedhe Kauman yang terletak di depan Keraton Yogyakarta. Namun pada masa pandemi Covid-19, pengurus Masjid Gedhe Kauman tidak menggelar takbir keliling. Mereka menggantinya dengan cara lain sehingga bisa mengobati rindu pada tradisi itu.

    Masjid Gedhe Kauman mengajak masyarakat tetap menyemarakkan malam takbiran dari depan rumah masing-masing di area Kampung Kauman. Tanpa berkerumun, penduduk bisa mengikuti lantunan takbir, tahlil, dan tahmid dari pengeras suara Masjid Gedhe Kauman. Kegiatan mendengarkan lantunan takbir dari rumah masing- masing oleh Masjid Gedhe Kauman itu berlangsung pada Sabtu malam, 23 Mei 2020 mulai pukul 19.30-20.30 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.