Mustahil ke Luar Negeri, Ini Strategi Promosi Kemenparekraf

Penglipuran Village Festival (PVF) diihelat saban awal Desember, festival ini menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Dok. Kemenparekraf

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya memperkuat peran perwakilan promosi pariwisata Indonesia di luar negeri atau Visit Indonesia Tourism Officer (VITO).

VITO dioptimalkan untuk promosi produk pariwisata ke negara-negara, yang dijadikan Kemenparekraf sebagai fokus pasar wisata. Terkait strategi tersebut, Kemenparekraf menggelar serangkaian webinar yang membahas upaya dan kebijakan pemerintah Indonesia serta product update dari pariwisata Indonesia. 

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya dalam keterangannya, Kamis, 15 Mei 2020, mengatakan, pihaknya mengupayakan berbagai hal agar sektor pariwisata bisa tetap bergerak di masa-masa sulit seperti ini. Di antaranya dengan mengoptimalkan peran VITO yang tersebar di 16 negara. 
 
"Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan terhadap citra pariwisata Indonesia dengan menyampaikan kebijakan terkini dan product update sehingga diharapkan brand awareness pariwisata Indonesia tetap terjaga," kata Nia Niscaya.
 
Beberapa kebijakan yang disampaikan dalam rangkaian webinar ke negara-negara pasar wisatawan di antaranya adalah memberikan informasi mengenai gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman (Clean, Health and Safety). 
 
Nia mengatakan, hal ini penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia tanggap terhadap new normal. Sehingga wisatawan mancanegara tidak perlu merasa khawatir saat melancong ke Indonesia. 
 
"Dari kegiatan ini diharapkan juga dapat terjadi soft selling antara para pelaku usaha di luar negeri dengan pelaku usaha dalam negeri yang berpartisipasi. Dengan demikian pariwisata Indonesia diharapkan menjadi top of mind dalam pilihan calon wisatawan," ujar Nia. 
 
Webinar ini mulai dilaksanakan sejak 11 Mei 2020 untuk pasar Jerman yang diikuti 267 agen perjalanan dan travel organizer (TA/TO), 12 Mei untuk pasar Prancis yang diikuti 221 TA/TO, dan 13 Mei untuk pasar Inggris yang diikuti 60 TA/TO.
 
Secara berkelanjutan acara webinar akan digelar hingga Juni 2020 untuk pasar-pasar lainnya yaitu Belanda, Rusia, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, India, Timur Tengah, dan Arab Saudi. 
 
Kegiatan dilaksanakan dengan memanfaatkan platform pertemuan daring dengan VITO yang berperan sebagai moderator. Narasumber utama dari Kemenparekraf/Baparekraf dan narasumber lain dari pelaku usaha pariwisata di Indonesia (airlines, travel agent, asosiasi, pemilik usaha atraksi pariwisata), bahkan melibatkan Key Opinion Leader (KOL) dari negara setempat yang sudah pernah memiliki experience berwisata ke Indonesia.
 
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya saat menggelar webinar dengan perwakilan VITO pada 14 Mei 2020, di ruang kerjanya. Dok. Kemenparekraf
 
Destinasi wisata yang akan dipublikasikan dalam kegiatan ini adalah Bali (sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia), Batam-Bintan (sebagai destinasi cross border), dan juga Yogyakarta (sebagai salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas Indonesia).
 
"Nantinya brand awareness pariwisata Indonesia diharapkan tetap terjaga apalagi saat ini adalah fase dreaming bagi banyak orang yang ingin segera berwisata apabila masa pandemik ini berakhir," kata dia. 
 





Yogya Siapkan Wahana Aerowisata, Wisatawan Bisa Nikmati Pemandangan dari Pesawat Microlight

1 hari lalu

Yogya Siapkan Wahana Aerowisata, Wisatawan Bisa Nikmati Pemandangan dari Pesawat Microlight

Azhar mengungkapkan dalam wahana aerowisata ini menggunakan pesawat microlight yang dimiliki Lanud Adisucipto Yogyakarta.


5 Kesalahan Ini Sering Terjadi Saat Mau Liburan

1 hari lalu

5 Kesalahan Ini Sering Terjadi Saat Mau Liburan

Terkadang sesuatu yang tidak terduga terjadi dan bisa membuat liburan jadi berakhir tak menyenangkan.


Kapal Pesiar Diusulkan Tidak Dipungut PNBP Ketika Berlabuh di Kepulauan Riau

2 hari lalu

Kapal Pesiar Diusulkan Tidak Dipungut PNBP Ketika Berlabuh di Kepulauan Riau

Kabupaten Bintan di Kepulauan Riau, khususnya wisata Lagoi menjadi destinasi kapal pesiar.


Sandiaga: Saatnya Tak Lagi Kejar Angka Wisatawan, Tapi Fokus ke Pariwisata Berkelanjutan

4 hari lalu

Sandiaga: Saatnya Tak Lagi Kejar Angka Wisatawan, Tapi Fokus ke Pariwisata Berkelanjutan

Sandiaga menyatakan sudah saatnya Indonesia menerapkan pariwisata berbasis masyarakat, berkelanjutan dan inklusif.


Liburan ke Yogyakarta? Sempatkan Mampir ke 5 Tempat Menarik Ini

5 hari lalu

Liburan ke Yogyakarta? Sempatkan Mampir ke 5 Tempat Menarik Ini

Tak hanya sekadar budaya dan alamnya yang mempesona, Yogyakarta memiliki beragam tempat menarik yang cocok untuk wisatawan.


Persiapan WSBK 2022 di Lombok, Ribuan Kamar Penginapan Disiapkan untuk Penonton

5 hari lalu

Persiapan WSBK 2022 di Lombok, Ribuan Kamar Penginapan Disiapkan untuk Penonton

Penjualan tiket pre-sale WSBK 2022 di Mandalika telah dimulai sejak akhir Agustus lalu.


Tarik Wisatawan ke Kota Pahlawan, Akan Hadir Konsep Wisata Perjuangan Surabaya

5 hari lalu

Tarik Wisatawan ke Kota Pahlawan, Akan Hadir Konsep Wisata Perjuangan Surabaya

Konsep Wisata Perjuangan Surabaya itu akan dibuat karena Surabaya memiliki beragam destinasi wisata sejarah.


Siap-siap Liburan Akhir Pekan di Pesisir Jakarta, Ada Festival Pesona Wisata Pesisir 2022

5 hari lalu

Siap-siap Liburan Akhir Pekan di Pesisir Jakarta, Ada Festival Pesona Wisata Pesisir 2022

Dalam Festival Pesona Wisata Pesisir yang akan digelar pada Ahad, 25 September itu, ada sejumlah kegiatan seru yang bisa diikuti.


Batik Lasem dari Rembang Akan Jadi Cinderamata Acara G20

6 hari lalu

Batik Lasem dari Rembang Akan Jadi Cinderamata Acara G20

Batik Lasem yang dibuat dengan pewarna alami sejalan dengan pilar G20, yaitu sustainibility.


Tak Sekadar Kampung Wisata, Desa Panggungharjo Bantul Garap Layanan Sampah Digital

6 hari lalu

Tak Sekadar Kampung Wisata, Desa Panggungharjo Bantul Garap Layanan Sampah Digital

Dari layanan sampah secara digital, masyarakat, termasuk wisatawan yang sedang berkunjung ke Yogyakarta bisa bertanggung jawab terhadap sampahnya.