Kuliner Legendaris Ramadan di Sumatera Barat: Lamang Tapai

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lamang Tapai. TEMPO/Febri Yanti

    Lamang Tapai. TEMPO/Febri Yanti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuliner legendaris menjadi menjadi alternatif menu buka puasa. Di Sumatera Barat, nyaris semua produk kudapan tradisional muncul di tengah masyarakat setiap Ramadan.

    Salah satu kuliner tradisionel yang kerap ditemukan setiap Ramadan adalah Lamang Tapai. Penganan khas ini dikenal berasal dari Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Sekarang, hampir semua orang di pelosok Sumatera Barat sudah pandai membuat Lamang Tapai.

    Lamang Tapai adalah makanan pembuka sebelum menyantap hidangan utama saat buka puasa. Lamang terbuat dari beras ketan dicampur santan. Bahan ini kemudian dimasukkan ke dalam bambu yang sudah dilapisi daun pisang.

    Lomba malamang (membuat lemang) di Festival Siti Nurbaya. TEMPo/Febrianti

    Bambu berisi beras ketan dan santan tadi dibakar di atas tungku selama sekitar 2 jam. Setelah didinginkan, keluarkan Lamang yang sudah melekat ke daun pisang. Potong-potong sesuai selera.

    Setelah itu, bubuhi Lemang dengan Tapai yang terbuat dari fermentasi beras ketan hitam dengan ragi. Tapai ini berkuah manis karena dicampur gula pasir.

    "Waktu saya kecil, sampai berebut mau makan Lamang Tapai dengan anak-anak lain," kata Bustami, 67 tahun, warga Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera  Barat. "Sekarang Lamang Tapai masih disukai, tapi mungkin anak-anak zaman sekarang kurang."

    TERAS.ID | LANGGAM.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.