Pariwisata Korea Belum Buka, Kunjungi Secara Daring Dulu

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Girl Band Crayon Pop. onehallyu.com

    Girl Band Crayon Pop. onehallyu.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pariwisata Korea Selatan belum sepenuhnya dibuka. Namun pecinta budaya Korea bisa mengunjunginya secara daring. Kabar bagusnya, Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) memanfaatkan format daring untuk terus memperkenalkan acara budaya Korea selama masa pandemi COVID-19.

    “KCCI akan terus menginformasikan beragam hal tentang Hallyu, serta memperluas kerja sama antara Korea dan Indonesia dengan melaksanakan berbagai acara budaya daring di tengah pandemi COVID-19,” kata Direktur Kim Yong-woon dalam siaran resmi, Rabu, 6 Mei 2020.

    KCCI menggelar berbagai perhelatan budaya Korea sejak Maret lalu, yang ditayangkan di media sosial seperti Instagram, Facebook dan YouTube.

    Bahkan pada Maret lalu, terdapat delapan sesi acara budaya yang bisa disaksikan secara daring. Mulai dari belajar bahasa Korea lewat dialog drama, lirik lagu, perkenalan budaya busana tradisional hanbok, hingga wawancara bersama influencer Hallyu Indonesia.

    Kim Young-woon mengatakan, ada 15.000 penonton yang menyaksikan sajian konten budaya tersebut. Dia mengatakan konsep daring yang diterapkan selama pembatasan sosial, memungkinkan konten budaya Korea bisa diakses lebih banyak orang.

    Menurutnya, bakal ada 31 sesi acara budaya secara daring pada Mei dan Juni. Seperti kompetisi membuat simbol Korea dari materi barang bekas dan kompetisi membuat surat untuk keluarga di kampung halaman.

    Juga bincang-bincang tentang pengobatan tradisional Korea, kelas daring dengan koreografer di Seoul hingga pemenang medali emas Taekwondo Asian Games 2018 dari Indonesia Defia Rosmaniar, serta pertunjukan dan pameran.

    Nah, penggemar budaya Korea tentu tak bakal melewatkan tayangan ini. Sembari bersantai di sofa, bisa berkunjung ke Korea. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.