Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Perjalanan Wisata Usai Covid-19 Lebih Ribet, Begini Ilustrasinya

Reporter

Editor

Ludhy Cahyana

image-gnews
Seorang ibu dan anaknya mengenakan pakaian APD saat terlihat di Bandara Internasional Wuhan Tianhe di ibu kota provinsi Hubei, China, 8 April 2020. Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas setempat mencabut larangan warga berpergian selama lebih dari dua bulan di kota yang merupakan asal muasal pandemi virus corona (Covid-19) itu. REUTERS/Aly Song
Seorang ibu dan anaknya mengenakan pakaian APD saat terlihat di Bandara Internasional Wuhan Tianhe di ibu kota provinsi Hubei, China, 8 April 2020. Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas setempat mencabut larangan warga berpergian selama lebih dari dua bulan di kota yang merupakan asal muasal pandemi virus corona (Covid-19) itu. REUTERS/Aly Song
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Wisatawan nanti harus terbiasa dengan keadaan setelah pandemi virus corona (Covid-19) berlalu. Misalnya, kursi berjemur dipisahkan oleh plexiglass. Lalu ada tes darah dan semprotan sanitiser sebelum penerbangan. Ini mungkin terdengar ekstrem, tetapi itu adalah langkah nyata yang dilakukan oleh beberapa industri pariwisata, agar wisatawan merasa aman dan nyaman pasca-lockdown.

Perjalanan internasional belum bisa diprediksi kapan dimulai. Argentina misalnya, memperpanjang larangan terbang hingga September. Lalu seperti apa perjalanan wisata pada masa depan? Berikut ulasan dari BBC.

Bandara

Banyak bandara mengikuti anjuran pemerintah setempat, seperti pengaturan jarak  satu dan dua meter sepanjang waktu (kecuali keluarga), hand sanitizer didistribusikan di seluruh bandara, agar seluruh penumpang bisa menggunakannya.

Di Amerika Serikat, Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) mengatakan wisatawan harus mencuci tangan selama 20 detik, sebelum dan sesudah proses penyaringan keamanan. Bandara Internasional Hong Kong selangkah lebih maju.

Mereka menggunakan perangkat desinfektan yang dapat menyemprot seluruh tubuh. Bandara Hong Kong menyatakan, ruang khusus disinfektan tersebut mampu membunuh bakteri ataupun virus pada pakaian dan kulit, dalam waktu 40 detik. Bandara ini juga menguji coba robot pembersih otonom yang bergerak membunuh mikroba dengan sinar ultraviolet. Robot serupa telah diuji di kamar rumah sakit darurat.

Setelah menggunakan robot untuk membersihkan udara dan lantai, Bandara Hong Kong memiliki CleanTech alat desinfeksi. Foto: @hongkongairport

Bandara yang memiliki kios check-in elektronik mendorong penumpang untuk menggunakannya, untuk menghindari interaksi yang tidak perlu. Sebagian besar bandara akan menampilkan poster yang menjelaskan langkah-langkah panduan dan instruksi di seluruh gedung mereka.

James Thornton, kepala eksekutif kelompok perjalanan Intrepid, mengatakan proses melewati bandara kemungkinan akan memakan waktu lebih lama karena pemeriksaan yang lebih ketat, "Jarak sosial akan jadi aturan baku, seperti halnya memeriksa gadget atau cairan dalam tas saat melewati pemeriksaan," katanya. Menurutnya, penumpang nantinya akan melihat paspor imunitas, untuk melewati check-in.

Paspor tersebut menggantikan deteksi termal, yang kurang efektif. Pasalnya, mereka yang terinfeksi pada banyak kasus tak menunjukkan gejala demam. Emirates menawarkan penumpang tes darah Covid-19 yang cepat, sebelum naik ke pesawat. Tes Covid-19 yang dilakukan Emirates menghabiskan waktu 10 menit.

Di Dalam Pesawat

Jangan berharap lagi senyum pramugari. Pasalnya, mereka akan mengenakan masker. Demikian pula para penumpang.

Maskapai penerbangan meningkatkan prosedur pembersihan dan sanitasi mereka, meninggalkan meja baki, sandaran kursi, dan sabuk pengaman yang didesinfeksi dengan baik.

Jika Anda telah memesan penerbangan Anda dengan Korean Air, jangan khawatir jika orang-orang muncul di lorong mengenakan alat pelindung diri penuh (APD), karena maskapai itu berencana melengkapi awak kabin dengan APD, sarung tangan dan masker mata. Selain itu, kursi tengah akan dibiarkan kosong.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun membiarkan kursi penumpang bagian tengah kosong, berarti ongkos terbang bagi penumpang menjadi mahal atau sangat mahal.

Awak kabin mengenakan baju alat pelindung diri (APD) saat melakukan persiapan di dalam pesawat tipe A-330 milik Batik Air yang akan digunakan untuk menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Cina, di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Sabtu, 1 Februari 2020. ANTARA/Muhammad Iqbal

Sesampai di Tujuan

Sesampai di tujuan, pemandangan juga beda. Kabarnya, Italia sedang mempertimbangkan lembaran plexiglass yang tinggi, sebagai pembatas kursi untuk berjemur, "Saya telah melihat gambarnya," kata Ulf Sonntag dari Institute for Tourism Research di Eropa Utara, "Italia serius menggunakannya."

Sonntag mengatakan, kota-kota wisata di Eropa juga mencari cara untuk mengatur tamu di hotel. Misalnya, kerumuman di kolam renang sudah tak mungkin lagi, bila ingin konsisten menjaga jarak. Restoran pun, juga harus memperlebar jarak antar meja. Meletakkan hand sanitizer di setiap meja dan menyusun menu a la carte untuk menggantikan prasmanan".

Nikolaos Sipsas, seorang profesor kedokteran di Athena, setuju bahwa makanan prasmanan adalah risiko besar, sama halnya berkumpul di kolam renang, bar, dan pantai.

"Saya melihat pantai-pantai Yunani jarang penduduknya, dengan kata lain akan ada pemandian, tetapi mereka tidak akan berdekatan satu sama lain. Kita tidak akan melihat fenomena pantai terorganisir dengan handuk tepat di sebelah satu sama lain," katanya.

Negara-negara Eropa telah mendiskusikan "koridor wisata" untuk menghubungkan daerah-daerah dan negara-negara anggota yang paling sedikit terpengaruh oleh Covid-19. Kroasia, misalnya, akan memberi wisatawan dari Republik Ceko dan Slovakia akses khusus ke pantainya pada musim panas ini.

Apakah ini akan mengubah masa depan perjalanan untuk selamanya? Mungkin saja, karena gaya berwisata pun berubah, "Orang-orang cenderung tak bepergian ke mancanegara, apa yang dulu disebut staycation akan berubah, dan bisa menjadi norma," kata Andy Rutherford, pendiri operator tur yang berbasis di Inggris, Fresh Eyes.

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malaysia menjalani Rapid Test saat tiba di kedatangan Internasional Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa 7 April 2020. Sebanyak 156 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia yang pulang ke Jawa Timur menjalani rapid test untuk pencegahan penyebaran corona virus atau COVID-19. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Setelah pandemi global, kapal pesiar, liburan ski, dan penerbangan jarak jauh bisa kehilangan daya tariknya, terutama karena fokusnya kembali ke teknologi hijau dan cara-cara untuk mengatasi krisis iklim, kata Rutherford.

Sebuah survei dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menemukan bahwa 60 persen responden akan menunggu selama dua bulan sebelum memesan penerbangan setelah wabah virus corona. Sementara 40 persen lainnya menunggu setidaknya enam bulan. Boeing bahkan memprediksi, bisnis penerbangan tak akan normal seperti 2019, hingga 2023 nanti. 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sandiaga Uno Optimistis BNI Java Jazz Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

20 jam lalu

Anastasya Poetri tampil di BNI Java Jazz Festival 2023, Minggu, 4 Juni 2023. Dok. Anastasya Poetri
Sandiaga Uno Optimistis BNI Java Jazz Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Sandiaga Uno yakin BNI Java Jazz akan meningkatkan kunjungan wisatawan.


5 Keunikan Kawah Ijen yang Membuat Turis Asing Penasaran

23 jam lalu

Pengunjung melihat kawah dari kaldera Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, 4 Juni 2023. TWA Ijen yang telah ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGG) itu ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara saat liburan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
5 Keunikan Kawah Ijen yang Membuat Turis Asing Penasaran

Tak hanya punya api biru, kawah Ijen punya berbagai keunikan yang membuat turis asing penasaran untuk datang.


Traveling ke Macau, Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Gratis

1 hari lalu

Macau Tower atau Menara Macau. Unsplash.com/Chris Wu
Traveling ke Macau, Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Gratis

Menikmati liburan di Macau tidak harus selalu mengeluarkan biaya mahal


Cegah Overtourism, Amsterdam Kurangi Jumlah Kapal Pesiar

1 hari lalu

Amsterdam, Belanda. Unsplash.com/Mathilda Khoo
Cegah Overtourism, Amsterdam Kurangi Jumlah Kapal Pesiar

Jumlah kapal pesiar sungai di Amsterdam meningkat hampir dua kali lipat sejak tahun 2011.


Istana Gyeongbokgung Buka Tur Malam Hari Mulai 8 Mei 2024

1 hari lalu

Istana Gyeongbokgung di Korea Selatan. Unsplash.com/Yeojin Yun
Istana Gyeongbokgung Buka Tur Malam Hari Mulai 8 Mei 2024

Setiap tahun tur malam hari Istana Gyeongbokgung dibuka dua kali, saat musim semi dan musim gugur


Wisatawan Asal Ciamis Jadi Korban Terbawa Arus Ombak di Pangandaran

2 hari lalu

Sejumlah petugas mengevakuasi seorang wisatawan yang meninggal dunia setelah hilang tenggelam terbawa arus ombak di Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (22/4/2024). (ANTARA/HO-Tagana Pangandaran)
Wisatawan Asal Ciamis Jadi Korban Terbawa Arus Ombak di Pangandaran

Baru ditemukan satu dari dua wisatawan asal Ciamis sejak dilaporkan terseret arus ombak saat berenang di Pantai Barat Pangandaran.


Peneliti BRIN di Spanyol Temukan Antibodi Pencegah Virus SARS-CoV-2

3 hari lalu

Gambar mikroskop elektron pemindaian ini menunjukkan SARS-CoV-2 (obyek bulat biru), juga dikenal sebagai novel coronavirus, virus yang menyebabkan Covid-19, muncul dari permukaan sel yang dikultur di laboratorium yang diisolasi dari pasien di AS. [NIAID-RML / Handout melalui REUTERS]
Peneliti BRIN di Spanyol Temukan Antibodi Pencegah Virus SARS-CoV-2

Fungsi utama antibodi itu untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan pandemi Covid-19 pada 2020.


5 Fakta Geopark Kebumen yang Diusulkan Masuk dalam Jejaring UNESCO

3 hari lalu

Embung Cangkring menjadi salah satu destinasi wisata di Geopark Karangsambung-Karangbolong. Foto: @geoparkkarangsambung
5 Fakta Geopark Kebumen yang Diusulkan Masuk dalam Jejaring UNESCO

Geopark Kebumen diajukan untuk mendapat pengakuan dari UNESCO Global Geopark. Ini 5 keunikannya.


Tersandung Rok Sendiri, Wisatawan Asal Cina Tewas Terjatuh di Jurang Blok Sunrise Kawah Ijen

4 hari lalu

Pengunjung melihat kawah dari kaldera Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, 4 Juni 2023. TWA Ijen yang telah ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGG) itu ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara saat liburan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Tersandung Rok Sendiri, Wisatawan Asal Cina Tewas Terjatuh di Jurang Blok Sunrise Kawah Ijen

Nahas menimpa HL, 31 tahun, seorang wisatawan asal Cina saat melakukan pendakian di Kawah Ijen, Sabtu, 20 April 2024.


126 Ribu Wisatawan Berkunjung ke Banyuwangi Selama Libur Lebaran

5 hari lalu

Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Jawa Timur (TEMPO/Lourentius EP)
126 Ribu Wisatawan Berkunjung ke Banyuwangi Selama Libur Lebaran

Destinasi yang paling banyak dikunjungi di Banyuwangi selama libur Lebaran salah satunya Pantai Marina Boom