Tradisi Bakar Batu di Lembah Baliem Papua, Babi Diganti Ayam

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Arsip Foto. Warga Muslim Papua menggelar acara bakar batu bersama menjelang bulan Ramadhan di Kampung Meteor, Kelurahan Angkasa, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua. Tradisi serupa yang biasanya juga dilakukan warga Muslim di Lembah Baliem saat ini tidak dilaksanakan karena sedang ada wabah COVID-19. (ANTARA FOTO/Alfian Rumagit)

TEMPO.CO, Jakarta - Tradisi bakar batu biasanya digelar oleh umat muslim di Kampung Walesi dan Kampung Tulima di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menjelang Ramadan. Namun di tahun ini, tradisi tersebut tak diadakan karena wabah corona. Sekarang, masyarakat menyambut Ramadan di honai, rumah tradisional penduduk.

Pemuka agama Islam di Kampung Walesi, Tahuluk Asso mengatakan tradisi bakar batu merupakan wujud syukur umat muslim karena bulan suci Ramadan telah tiba. "Acara ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi, saling meminta maaf kepada sesama umat Islam dan kerabat Kristen," kata dia.

Warga Kampung Walesi dan Kampung Tulima selama ini menggelar tradisi bakar batu di halaman Masjid Al Aqsha di Kampung Walesi. Para lelaki bertugas menyusun batu di atas tumpukan kayu kering serta dedaunan dan rumput kering, kemudian dibakar.

Mereka juga menyiapkan sebuah lubang yang letaknya tak jauh dari tempat batu dibakar. Batu yang sudah dibakar kemudian ditata di lubang itu. Bahan makanan seperti sayuran, keladi, ubi jalar, singkong, pisang, dan ayam lantas ditaruh di atasnya, lalu ditutup lagi dengan batu-batu panas.

Dulu, salah satu bahan makanan yang turut dipanaskan pada batu-batu itu adalah daging babi. Sekarang, daging itu diganti dengan daging ayam yang sudah disembelih sesuai ajaran Islam. Setelah dipanaskan selama tiga jam, barulah makanan tersebut dikeluarkan dari batu panas dan disantap bersama.

Bakar Batu dan Tradisi Memaafkan

Anak Kepala Suku Tahuluk Asso, Abu Hanifah Asso mengatakan Suku Dani di Kampung Tulima dan Kampung Walesi akan terus memelihara tradisi bakar batu sebagai warisan nenek moyang. "Meski begitu, kami juga tetap menjaga akidah Islam," kata Abu Hanifah Asso.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Alpius Wetipo mengatakan tradisi bakar batu untuk menyambut Ramadan di Lembah Baliem adalah contoh toleransi antar umat beragam. "Kampung Tulima dan Kampung Walesi dikembangkan sebagai destinasi wisata pendidikan agar nilai-nilai toleransi diketahui dan diajarkan pada siswa sekolah," katanya.

Agama Islam mulai berkembang di Lembah Baliem pada tahun 1960-an. Saat itu, berdatangan transmigran dari Pulau Jawa yang sebagian besar adalah umat muslim. Selain itu lewat transmigran, warga asli Lembah Baliem di Distrik Asso-Lokobal mengenal agama Islam dari interaksi mereka dengan pendatang dari Bugis.

Merasugun, Firdaus, dan Muhammad Ali Asso disebut sebagai generasi pertama pemeluk Islam di Lembah Baliem pada tahun 1970-an. Kini sebagian Suku Dani yang tinggal di Lembah Baliem memeluk Agama Islam, termasuk di antaranya yang tinggal di Kampung Tulima dan Kampung Walesi.






Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

30 menit lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

8 jam lalu

Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

Kuasa hukum Lukas Enembe merasa PPATK tengah membunuh karakter Gubernur Papua itu dengan mengungkap soal setoran ke kasino.


Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

17 jam lalu

Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

Tokoh Agama Papua meminta Gubernur Lukas Enembe mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini.


Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

1 hari lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.


KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

2 hari lalu

KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1.800 personel polisi disiagakan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah KPK mengeluarkan panggilan kedua ke Lukas Enembe


Polisi Tangkap Tersangka Pemasok Senjata dan Amunisi KKB di Timika

2 hari lalu

Polisi Tangkap Tersangka Pemasok Senjata dan Amunisi KKB di Timika

Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2022 kembali mengungkap jaringan pemasok senjata dan amunisi KKB Intan Jaya di Mimika.


Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

3 hari lalu

Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

KontraS mengatakan, tuduhan aparat yang mengatakan empat korban mutilasi di Papua terlibat gerakan separatis tidak terbukti.


OPM Sebut Tembak Mati 2 Prajurit TNI di Intan Jaya, Kapendam Cendrawasih: Hoaks

4 hari lalu

OPM Sebut Tembak Mati 2 Prajurit TNI di Intan Jaya, Kapendam Cendrawasih: Hoaks

TNI membantah klaim OPM soal dua tentara yang tewas ditembak di Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kapendam Cendrawasih sebut kabar itu hoaks.


KPK Jadwalkan Pemeriksaan Lukas Enembe Senin, 26 September 2022

4 hari lalu

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Lukas Enembe Senin, 26 September 2022

KPK telah melayangkan surat panggilan kedua untuk Gubernur Papua Lukas Enembe. Pemeriksaan Lukas akan dilakukan pada pekan depan, 26 September 2022.


Begini Kronologi Pelanggaran HAM Berat Kasus Paniai Versi Dakwaan Kejagung

5 hari lalu

Begini Kronologi Pelanggaran HAM Berat Kasus Paniai Versi Dakwaan Kejagung

Empat orang tewas dalam kasus Paniai. Bermula dari cekcok antara anggota TNI dan warga.