Ini Sebab Kebijakan Walt Disney Co Dikritik Cucu Pendirinya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana dalam Hotel Walt Disney. COURTESY OF DISNEY/LUCAS FILMS

    Suasana dalam Hotel Walt Disney. COURTESY OF DISNEY/LUCAS FILMS

    TEMPO.CO, Jakarta - Abigail Disney cucu saudara laki-laki Walt Disney, Roy Disney, dalam unggahan Tweeter-nya memaki keputusan Walt Disney Co. Perusahaan yang mengelola taman hiburan itu merumahkan puluhan ribu pekerja bergaji rendah, setelah membayar deviden dan gaji eksekutifnya jutaan dolar.

    Dalam unggahan Twitter pada hari Selasa, 21 April 2020, pewaris keluarga yang blak-blakan itu mengecam keputusan Disney, yang menelantarkan karyawan taman hiburan, setelah perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham dan memberikan bonus besar kepada eksekutif.

    Sementara itu, Disney belum mengungkapkan rencana dividen untuk tahun 2020, dan eksekutif puncak perusahaan mengambil pemotongan gaji besar karena Covid-19. Walt Disney Co, mengumumkan awal bulan ini bahwa karyawannya adalah pekerja kasar "yang pekerjaannya tidak diperlukan saat ini."

    Pandemi virus corona telah memaksa sejumlah besar bisnis Disney ditangguhkan operasinya, termasuk taman, resor dan produksi hiburan. Lebih dari 75 persen dari 223.000 karyawan perusahaan bekerja di divisi Taman dan Produk. Sebelumnya, puluhan ribu pekerja taman berjuang untuk dan mendapatkan upah minimum US$ 15 per jam pada tahun 2018.

    Diberitakan CNN, Abigail Disney, mengkritik kompensasi eksekutif yang terlalu besar - khususnya di Disney - mengecam perusahaan karena gagal merawat para pekerja bergaji rendah. Ia menyoroti para bos di Walt Disney Co, telah "mengumpulkan bonus mengerikan selama bertahun-tahun."

    Dia sebelumnya menyebut gaji mantan CEO Disney, Bob Iger, "gila." Iger mengundurkan diri pada bulan Februari dan digantikan oleh Bob Chapek. Iger tetap menjadi chairman Disney. Tahun lalu, Iger menghasilkan US$47.525.560, yang merupakan 911 kali gaji rata-rata pekerja.

    "Orang seperti apa yang nyaman dengan ini???," Disney menulis di Twitter, meminta Chapek dan Iger untuk mempertimbangkan kembali upah mereka dan mengembalikan sebagian uang mereka ke perusahaan.

    "Disney menghadapi beberapa tahun yang sulit, tentu saja," tulisnya. "Tapi itu bukan merupakan izin untuk terus menjarah dan mengamuk kepada manajemen."

    Chapek mengambil potongan gaji 50 persen sementara Iger mengatakan dia akan melupakan semua gajinya selama pandemi. Walt Disney Co, belum menjawab konfirmasi kepada CNN Business.

    Cuitan Abigail Disney yang mengkritik pembagian deviden Walt Disney Co, dan membayar para eksekutifnya jutaan dolar kemudian memecat para karyawan. Foto: @abigaildisney

    Abigail Disney tidak memiliki peran dalam perusahaan. Dia sebelumnya mengecam kondisi pekerja di Disneyland dan gajinya, "Saya hanya warga negara yang peduli dan saya pikir itu membuat saya bebas untuk mengatakan apa yang saya yakini," katanya.

    "Tapi aku seorang pewaris. Dan aku membawa nama ini ke mana-mana. Dan aku memiliki hati nurani yang membuatku sangat sulit duduk, ketika aku melihat pelanggaran terjadi dengan nama yang melekat pada mereka."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.