Survei Pegipegi: Pemudik Rela Tak Pulang Karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik dengan kereta api. ANTARA/Reno Esnir

    Ilustrasi mudik dengan kereta api. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap tahun, jutaan perantau mudik saat Ramadan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Namun kali ini, arus perjalanan terbesar di Indonesia itu telah dilarang pemerintah. Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menetapkan larangan mudik untuk mencegah penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

    Perusahaan layanan daring pemesanan perjalanan, Pegipegi menjelaskan hasil survei terkait dampak virus corona dengan perilaku mudik. Survei tersebut dilakukan terhadap120 responden yang jadi pelanggan Pegipegi. Survei dilakukan pada 6 - 12 April 2020.

    Berdasarkan hasil survei, diketahui, bahwa lima dari 10 orang belum menetapkan untuk mudik Lebaran. Sedangkan, tiga dari 10 orang tetap memutuskan mudik. Berdasarkan hasil itu, menunjukkan mayoritas masyarakat mengerti bahaya wabah virus corona.

    Meski demikian, masih ada sebagian kecil di antaranya tetap ingin mudik. Sebagian lain masih melihat situasi ke depan. Responden yang memilih tetap melakukan mudik tahun ini, merencanakan bepergian menggunakan pesawat, adalah 57 persen, kendaraan pribadi 26 persen dan mobil travel tiga persen.

    Responden yang tidak mudik Lebaran, namun sudah memesan tiket memutuskan untuk mengajukan pembatalan atau refund 74 persen.

    Sedangkan yang lain, responden memilih untuk mengajukan pergantian jadwal atau reschedule, 19 persen. Responden yang menunggu konfirmasi dari pihak layanan perjalanan sambil melihat situasi ke depan, tujuh persen.

    Beberapa hal yang menjadi perhatian utama masyarakat akibat dampak mudik saat wabah Covid-19 adalah kekhawatiran terinfeksi virus corona selama perjalanan. Kemudian, risiko menularkan virus pada keluarga di kampung halaman. Namun ada pula yang khawatir jika keadaan Covid-19, semakin memburuk di kota perantauan.

    Hal lain yang menjadi kekhawatiran yang disampaikan responden adalah tidak bisa berkumpul, liburan, dan beribadah Ramadan bersama keluarga. Wabah virus corona menyebabkan perubahan perilaku mudik atau aktivitas perjalanan masyarakat Indonesia. Berikut rangkuman Pegipegi.

    • 94 persen responden memilih untuk menghindari berpergian ke tempat umum antara lain hiburan, rekreasi, dan kuliner.

    • 87 persen responden lebih memikirkan kondisi kesehatan keluarga di kampung halaman bila tidak mudik.

    • 83 persen rela tidak mudik daripada berpotensi menularkan virus corona ke orang lain.

    • 80 persen responden menjelaskan akan merindukan momen berkumpul keluarga di kampung halaman bila tidak mudik.

    Ilustrasi mudik dengan bus. ANTARA/Rony Muharrman

    • 80 persen responden tidak memiliki rencana perjalanan ke tempat jauh dalam satu bulan hingga tiga bulan ke depan.

    • 74 persen responden mengurangi pengeluaran perjalanan atau traveling untuk satu bulan hingga tiga bulan ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.