Setelah Covid-19 Berlalu, Ini Kebiasaan Wisata yang Berubah

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Terminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis, 5 Maret 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana Terminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis, 5 Maret 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa kota di Indonesia menerapkan pembatasan wilayah terbatas karena Covid-19. Imbasnya, warga kota lebih menyukai tetap di rumah ketimbang bepergian. Lagipula berbagai objek wisata tengah ditutup.

    Terlalu lama di rumah, rupanya membuat warganet mengeluarkan perasaannya, dengan tagar #WhenWeTravelAgain di media sosial. Namun para traveler harus bersabar hingga wabah benar-benar berlalu. 

    Namun, bisa diperkirakan, kebiasaan wisatawan pelesiran ke luar negeri akan berubah usai wabah virus corona. Berikut perubahan gaya berwisata sebagaimana dinukil dari pegipegi.com.

    Proses check-in hingga keberangkatan jadi lebih panjang

    Jika sebelumnya, saat memasuki stasiun atau bandara wisatawan hanya diperiksa tiket, boarding pass, KTP/paspor, dan bagasi. Tapi setelah pandemi berlalu, kemungkinan besar proses pemeriksaan yang perlu dilakukan bisa lebih panjang dan memakan waktu lama.

    Wisatawan diminta juga untuk melakukan tes suhu tubuh, tes Covid-19, atau bahkan diwajibkan untuk membawa surat keterangan dokter yang menyatakan dalam keadaan “benar-benar sehat” dan layak untuk melakukan perjalanan.

    Wisatawan terlihat di konter check-in di Bandara Internasional Tianhe Wuhan setelah pembatasan perjalanan untuk meninggalkan Wuhan, di ibu kota provinsi Hubei, China, 8 April 2020. REUTERS/Aly Song

    Kehadiran musim liburan tertunda lebih lama

    Usai pandemi berakhir, dunia travel tentu tidak bisa langsung ‘pulih’ 100 persen. Sebagai langkah awal, moda transportasi seperti bus, kereta, dan pesawat akan membatasi jumlah penumpang.

    Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya penularan jika saja virus tersebut belum benar-benar pergi. Oleh karena itu, hal ini turut juga memengaruhi musim traveling yang bisa berlangsung lebih lama dari biasanya, sampai keadaan benar-benar kembali normal.

    Wisata dalam negeri cepat pulih

    Karena pariwisata belum normal, maka destinasi yang bisa dijangkau pun masih terbatas. Sehingga, kemungkinan besar traveling di dalam negeri (domestik) akan lebih cepat ‘pulih’ dibandingkan ke luar negeri (outbond).

    Hal ini sejalan dengan Pegipegi yang fokus memopulerkan destinasi dalam negeri. Sambil di rumah saja, wisatawab bisa terus mencari berbagai inspirasi menarik seputar destinasi liburan melalui Travel Tips pada pegipegi.com dan Instagram @pegi_pegi.

    Barang bawaan baru dalam koper

    Jika sebelum wabah virus corona, wisatawan hanya perlu memadankan pakaian mulai dari atasan, celana atau rok, hijab, topi, hingga tas dan sepatu, tampaknya akan ada barang-barang baru. Mereka adalah  sabun cuci tangan, hand sanitizer, tisu basah maupun kering, dan masker.

    Tndakan preventif ini tampaknya harus terus dipertahankan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri, di mana pun dan kapan pun.

    Wisatawan saat berada di sekitar stupa Candi Borobudur. Dok. Kemenparekraf

    Asuransi perjalanan kian laku

    Setelah pandemi Covid-19 selesai, wisatawan jadi lebih berhati-hati dalam memesan tiket transportasi, khususnya pesawat. Wisatawan mulai menggunakan asuransi perjalanan yang sebelumnya diabaikan. Asuransi perjalanan, salah satunya Pegipegi Travel Protection, dapat memberikan perlindungan, mulai dari keterlambatan penerbangan, pembatalan perjalanan, keterlambatan dan kehilangan bagasi, hingga kecelakaan diri, dengan proses klaim yang mudah sehingga kamu juga bisa lebih tenang saat bepergian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.