Wabah Corona, Tinggal 8 Kereta Api yang Beroperasi di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petougas menyemprot dan membersihkan gerbong Kereta Prameks dengan cairan desinfektan, di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, 15 Maret 2020. TEMPO/Muh. Syaifullah

    Petougas menyemprot dan membersihkan gerbong Kereta Prameks dengan cairan desinfektan, di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, 15 Maret 2020. TEMPO/Muh. Syaifullah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengurangi jumlah perjalanan kereta api karena sepi penumpang akibat wabah corona. Mulai hari ini, Jumat 10 April 2020, tinggal delapan kereta yang beroperasi di Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dan Jawa Tengah.

    "Karena jumlah penumpang sangat sedikit dan untuk mendukung pemerintah mencegah rantai penularan virus corona, maka mulai tanggal 10 hingga 23 April 2020 PT KAI Daop 6 menambah lagi jumlah kereta api yang dibatalkan," kata Manager Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto, Kamis, 9 April 2020.

    Perjalanan kereta api yang dibatalkan termasuk kereta ekonomi Bengawan relasi Purwosari Solo - Pasar Senen Jakarta (pulang-pergi). Kereta api Bengawan adalah kereta Public Service Obligasi (PSO) alias kereta yang tarifnya disubsidi pemerintah.

    Dengan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api ini, berarti tinggal delapan kereta yang beroperasi di Daop 6. Kereta itu adalah Batara Kresna, Pramek, Joglosemarkerto, Kahuripan, Sritanjung, Ranggajati, Sancaka, dan Wijaya Kusuma. Eko Budiyanto menjelaskan, total ada 142 perjalanan kereta api yang ditiadakan.

    Bagi penumpang kereta, Eko menambahkan, wajib menggunakan masker. Jika menolak, maka petugas kereta akan melarang penumpang itu naik. "Uang tiket dikembalikan seratus persen," kata dia.

    Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Lilik Syaiful Ahmad mengingatkan agar pelayanan kereta api tetap mengikuti prosedur penanggulangan wabah corona baru atau COVID-19.

    Kendati banyak perjalanan kereta dibatalkan, namun masih ada yang beroperasi sehingga penerapan physical distancing, ketersediaan handsanitizer, dan pembersihan kereta api serta stasiun dengan disinfektan tetap berjalan. "Masih tersedia layanan perjalanan kereta maka harus dipastikan juga semua mendukung pemotongan mata rantai penyebaran virus corona," kata wakil rakyat asal Kulon Progo ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.