Tiga Hari Lagi, Penumpang Kereta Wajib Bermasker

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasinal (Daop) 8 Surabaya mengumumkan kepada para penumpang kereta untuk menggunakan masker saat menumpang kereta.

    PT KAI Daop 8 Surabaya menerapkan aturan tersebut agar seluruh penumpang kereta bermasker sejak 12 April 2020. “Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona,” kata juru bicara PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, Kamis 9 April 2020.

    Sosialisasi disampaikan di papan pengumuman di stasiun kereta, media sosial, dan berbagai media lain. Aturan ini, katanya, menyusul kebijakan pemerintah sesuai rekomendasi badan kesehatan dunia (WHO) yang mewajibkan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

    Selain itu, katanya, juga untuk meningkatkan keamanan bagi para penumpang kereta api PT KAI Daop 8 Surabaya. Bagi penumpang kereta yang tidak mengenakan masker atau penutup mulut dan hidung, dilarang naik kereta api. “Tiket dikembalikan penuh di luar bea pesan," ujar Suprapto.

    Sebelumnya, PT KAI Daop 8 Surabaya juga menerapkan pembatasan kapasitas angkut penumpang baik kereta api (KA) lokal maupun KA Jarak menengah dan jauh. Juga mengukuran suhu tubuh calon penumpang, dan menerapkan batas jarak di stasiun dan di kereta api.

    Selain itu, penumpang juga disarankan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir yang disediakan di sejumlah titik. atau menggunakan hand sanitizer. Selain itu, penumpang kereta yang suhu badan di atas 38 derajat Celsius dilarang naik kereta.

    Sejak pembatasan penumpang 1 Maret 2020, Jumlah penumpang di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya semula 40.148 orang turun menjadi 5.323 orang. Sedangkan pengembalian tiket pada periode 1-7 April 2020 mencapai 10.079 tiket.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.