Tokyo dan 3 Prefektur Lainnya Ditutup Karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengunakan masker saat menikmati bunga sakura yang bermekaran di tengah wabah virus corona atau Covid-19 di Ueno park di Tokyo, Jepang, 19 Maret 2020.  REUTERS/Issei Kato

    Pengunjung mengunakan masker saat menikmati bunga sakura yang bermekaran di tengah wabah virus corona atau Covid-19 di Ueno park di Tokyo, Jepang, 19 Maret 2020. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe telah mendeklarasikan keadaan darurat satu bulan ke depan, sebagai tanggapan atas meningkatnya infeksi virus corona di kota-kota besar. Meskipun warga tidak dapat secara hukum dipaksa untuk tinggal di rumah atau bisnis dipaksa tutup.

    Dikutip dari AljazeeraAbe mengumumkan keadaan darurat pada Selasa, 7 April 2020, mencakup Tokyo dan tiga prefektur di sekitarnya, serta Osaka, Hyogo, dan Fukuoka.

    Keadaan darurat itu, disertai dengan paket stimulus 108 triliun yen ($ 990milyar), mewakili sekitar 20 persen dari produk domestik bruto (PDB), meskipun ada yang khawatir apakah bantuan keuangan akan tiba dengan cukup cepat.

    "Kami harus melakukan segalanya untuk melindungi fasilitas medis dari kewalahan, mereka sekarang dekat dengan kapasitas penuh," kata Abe saat berpidato.

    "Jika kita dapat mengurangi kontak orang-ke-orang hingga 70 atau 80 persen, infeksi akan mencapai puncaknya dalam dua minggu," kata Abe, yang menyerukan pengurangan 70 persen pada orang yang pulang pergi kerja.

    Jepang tak bisa melakukan pembatasan wilayah atau lockdown, seperti negara-negara lain. Karena kekuatan pemerintah untuk mengendalikan populasi dibatasi oleh konstitusi, yang diberlakukan secara efektif di Jepang oleh Amerika Serikat setelah Perang Dunia II.

    Kebebasan berserikat dan berkumpul dijamin, seperti halnya pilihan tempat tinggal yang bebas, "sepanjang tidak mengganggu kesejahteraan publik".

    Seorang pria yang mengenakan masker saat mewabahnya virus corona melewati patung lambang Olimpiade di Tokyo, Jepang, 6 Maret 2020. Pesta olahraga terbesar di dunia ini berpotensi diundur hingga akhir tahun, sejumlah event ujicoba telah ditunda dan upacara pengambilan api Obor Olimpiade akan dilaksanakan tanpa penonton. REUTERS/Stoyan Nenov

    Istilah "kesejahteraan publik" tidak memiliki definisi yang jelas dalam dokumen tersebut, kata Osamu Nishi, seorang profesor emeritus hukum konstitusi di Universitas Komazawa Tokyo, meskipun ia melihat situasi saat ini memenuhi kriteria mengganggu kesejahteraan publik.

    "Keadaan darurat ini benar-benar konstitusional dalam situasi seperti itu," kata Nishi. "Tapi hanya permintaan dan instruksi yang bisa dikeluarkan untuk warga negara, bukan perintah; mereka tidak bisa dipaksa untuk mematuhinya."

    Gubernur Hokkaido, pulau utama paling utara Jepang, mengambil tindakan awal dengan menyatakan keadaan darurat pada 28 Februari. Meskipun tidak memiliki dasar hukum, warga memperhatikan dan pulau itu memulai keadaan darurat pada 19 Maret.

    Gerak cepat Hokkaido berimbas positif. Hokkaido melaporkan tidak ada kasus baru dalam dua hari terakhir. Mayoritas dari mereka yang terinfeksi sekarang telah pulih, dan pulau itu telah mencatat hanya sembilan kematian dari populasi 5,3 juta.

    Berbeda dengan sebagian besar Jepang, prefektur pulau melakukan banyak tes, "Saya tidak pernah mendengar ada orang di Hokkaido yang tidak bisa dites," kata Yoko Tsukamoto, seorang profesor penyakit menular di Universitas Ilmu Kesehatan Hokkaido. "Menjalankan tes adalah kuncinya."

    Tsukamoto menyatakan keprihatinannya bahwa pemerintah pusat menunggu terlalu lama untuk menyatakan keadaan darurat dan dapat membayar harganya.

    Dia mengatakan sistem medis di ibu kota dalam bahaya kewalahan jika jumlah kasus baru dalam tiga digit setiap hari, "Gubernur Tokyo mengatakan ada sekitar 1.000 tempat tidur untuk pasien virus corona, dan sudah penuh. Mereka perlu memindahkan kasus asimptomatik dan ringan dari rumah sakit untuk memberi ruang," kata Tsukamoto, yang juga khawatir tentang jumlah tenaga medis yang telah terinfeksi.

    Staf medis yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Umum Eiju Tokyo terinfeksi, mencapai 44 orang. Sedangkan 18 dokter junior di Rumah Sakit Universitas Keio yang bergengsi telah dirawat di rumah sakit dengan gejala virus corona setelah 40 dari mereka makan bersama -- meskipun ada peringatan berulang untuk menghindari pertemuan seperti itu.

    Pernyataan keadaan darurat akan membuat sebagian besar perekonomian macet. Beberapa usaha kecil dan menengah khawatir bahwa hibah pemerintah sebesar 2 juta yen ($ 1.836) mungkin tidak cukup cepat untuk menyelamatkan mereka.

    Tokyo adalah rumah bagi sekitar 160.000 restoran, ditambah puluhan ribu lainnya di prefektur sekitarnya. Banyak di antaranya adalah bar dan restoran kecil yang dioperasikan pemilik yang bertahan dari bulan ke bulan. Mereka paling terpukul oleh hilangnya bisnis yang berkepanjangan.

    Salah satu tempat tersebut adalah restoran Spanyol Los Bacos di pinggiran Kawasaki, tepat di sebelah selatan Tokyo.

    Kursi penonton kosong saat pertandingan Spring Grand Sumo Tournament yang berlangsung tertutup setelah mewabahnya virus corona di Osaka, Jepang, 8 Maret 2020. Hingga saat ini 6 orang meninggal akibat kasus virus Corona di Jepang. Kyodo/via REUTERS

    "Saya berpikir bahwa saya akan melanjutkan selama beberapa hari dan melihat apa yang terjadi, apakah pelanggan datang atau tidak. Saya juga akan berbicara dengan pemilik bar dan restoran lain di sekitar sini," kata pemilik Los Bacos, Nobuaki Motodate.

    "Negara ini dalam situasi yang sulit dan saya ingin melakukan hal yang benar, tetapi saya harus hidup. Saya tidak bisa menutup selama sebulan. Saya harus pergi ke bank dan meminta uang. Saya pikir sebagian besar restoran kecil berada dalam situasi yang sama," kata Motodate.

    "Pemerintah seharusnya memberikan dukungan, tetapi akan ada banyak dokumen dan itu akan memakan waktu. Begitulah cara bekerja di Jepang," tambahnya. "Untuk saat ini, aku harus mencoba dan memasang wajah pemberani."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.