Saat Covid-19, Bumi Kian Tenang Selama Masa Lockdown

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Selama virus corona mewabah, kota-kota hingga negara menerapkan pembatasan wilayah atau lockdownIsolasi itu menyebabkan warga tak boleh lagi berkeliaran, kecuali untuk keperluan yang sangat penting.

    Para ilmuwan mengatakan bumi menjadi lebih tenang selama orang-orang menjalani masa karantina mandiri saat lockdown diberlakukan. Berkurangnya berbagai aktivitas manusia, menurunkan ambien kebisingan seismik (getaran di kerak bumi) sebesar 30 persen.

    Keheningan yang dihasilkan di saat lockdown sejelas pembacaan seismik permukaan yang biasa para ilmuwan dengar dari instrumen yang sama. Instrumen yang terkubur 100 meter di bawah permukaan bumi itu, membuat pengukuran lebih spesifik dan lebih mudah untuk digunakan dan dipahami.

    Jika masa karantina ini berlangsung lebih lama maka para ilmuwan mengatakan akan mampu mengobservasi bumi lebih baik.

    Dengan menurunnya suara kebisingan seismik maka alat pendeteksi bisa mengenali adanya gempa bumi yang paling kecil sekalipun. Dan meningkatkan upaya memonitor aktivitas vulkanis dan kejadian-kejadian seismik lain.

    Covid-19, menurut pakar cuaca Marshall Shepherd, juga membuat suara dengan gelombang infrasonik (suara yang tak bisa didengar manusia) juga berkurang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.