Gurun Putih Mesir, Pesona Sebelum Bertandang ke Piramida

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bermain kayak di oase Danau Garam Bahariya, sembari menanti matahari tenggelam. Foto: Eihab Boraie/CNN Travel

    Bermain kayak di oase Danau Garam Bahariya, sembari menanti matahari tenggelam. Foto: Eihab Boraie/CNN Travel

    TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin wisatawan tak banyak mendengar tentang White Desert National Park atau Taman Nasional Gurun Putih. Berlokasi di Farafra, Mesir bagian barat, pesona taman nasional itu bagaikan harta karun – yang mungkin saja melebihi peninggalan Firaun.

    Perjalanan ke gurun bagian barat Mesir itu melelahkan, namun popularitasnya terus meningkat di kalangan wisatawan. Para petualang dari berbagai penjuru dunia datang ke sana untuk menikmati lanskap bukit pasir dan bermain selancar dengan papan di atas pasir hingga bersepeda gunung, atau berkayak di Oasis Bahariya di dekatnya.

    "Gurun Putih sangat berbeda dari tempat manapun di planet ini," kata Ziad Omran, salah satu pendiri perusahaan perjalanan petualangan Destination 31, kepada CNN Travel, "Begitu mereka mengalami perjalanan petualangan di sana, mereka akhirnya kembali lagi dengan teman-teman mereka. Jadi, mereka bisa mengalaminya sendiri," imbuh Omran.

    Gurun Hitam

    Perjalanan ke Gurun Putih biasanya dimulai dengan berhenti di lanskap yang sangat kontras - Gurun Hitam. Gurun ini memiliki segudang pegunungan unik. Masing-masing puncak gunung membawa lapisan batu hitam. Proses terciptanya terjadi jutaan tahun lalu, ketika gunung-gunung berapi melontarkan materialnya, dan membentuk lanskap yang dinamai sesuai warnanya.

    Setelah mendaki salah satu puncak, menjadi jelas bahwa daerah ini tidak memiliki tanda-tanda kehidupan selain satu-satunya jalan yang membelah padang pasir.

    Gurun Hitam merupakan gerbang memasuki kawasan Taman Nasional Gurun Putih. Perbukitan pasir yang memiliki pasir-pasir berwarna hitam dari sisa-sisa gunung berapi. Foto: Eihab Boraie/CNN Travel

    Namun, itu bukan jalan yang mengarah ke Gurun Putih. Mencapai taman nasional, wisatawan harus sedikit mengempeskan ban Land Cruiser 4x4, untuk melahap gundukan pasir – naik turun dengan sudut yang mampu membuat pusing. Jadi, petualangan sudah dimulai sejak dalam perjalanan.

    Zig-zag dan berlomba-lomba menuruni bukit pasir, dengan Land Cruiser merupakan pengalaman yang mengesankan. Dan perjalanan dituntaskan dengan pemandangan langsung Gurun Putih yang menakjubkan.

    Dalam beberapa detik setelah tiba, kegelisahan dan kekaguman menyergap: bahwa bumi mengalami perubahan iklim yang hebat. Gurun putih dulunya merupakan lautan. Dan satu-satunya bukti yang tersisa adalah kumpulan batu kapur yang terkalsifikasi, yang diukir dari waktu ke waktu oleh pasir dan angin.

    Bentuk-bentuk abstrak berkapur ini tampaknya berubah warna tergantung pada waktu, bergeser dari putih cemerlang menjadi krem, lalu mencapai cokelat keemasan.

    Saat Gelap Mulai Turun

    Terletak di antara formasi batu besar di Lembah Agabat, terdapat bukit-bukit berpasir lembut. Di sinilah para peselancar pasir menemukan surganya. Memang tak seperti bukit bersalju, bukit pasir lebih mudah didaki meskipun tak ada lift ski.

    Perjalanan menuju Taman NAsional Gurun Putih biasanya menggunakan Land Cruiser, dengan medan naik turun yang menegangkan. Foto: @cristinamelloul

    Saat matahari terbenam, padang pasir mengingatkan semua wisatawan, gurun adalah tanah yang ekstrim. Setelah mendirikan kemah, warga Badui setempat mempersiapkan makan malam bagi pengunjung dengan kuliner tradisional otentik di atas api terbuka.

    Aroma eksotis makanan itu, kerap mengundang salah satu penduduk asli nan langka di Gurun Putih: rubah fennec, yang juga dikenal sebagai rubah pasir.

    Hewan-hewan yang tidak berbahaya ini sulit dikenali, tampak sebagai siluet bayangan di kejauhan. Mereka sering mendekati tempat perkemahan, karena mereka terbiasa mengandalkan sisa makanan pengunjung sebagai bagian dari mangsa mereka.

    Atraksi malam adalah bentang alam yang luas dengan polusi nyaris nol persen, angkasa menyajikan bintang yang bertebaran. Inilah salah satu tempat terbaik, untuk mengamati keindahan Bimasakti.

    Ketika bulan muncul, cahayanya yang cemerlang memantul di permukaan berbatu yang memberikan cahaya kebiruan. Benar-benar seperti daratan bukan bumi yang akrab ditemui wisatawan.

    Di pagi hari, segeralah bangun dan mendaki salah satu bukit untuk menikmati matahari terbit. Cahayanya membentuk siluet seperti ayam dan Jamur. Setelah meninggalkan taman, sebagian besar petualang melakukan perjalanan lebih dari satu jam perjalanan ke Bahariya Oasis.

    Daya tarik populer di daerah ini adalah mendaki Gunung Inggris, dinamai demikian karena banyaknya reruntuhan pos Inggris pada masa Perang Dunia I, yang memahkotai puncak tertinggi.

    Puncak Gunung Inggris menyajikan pemandang 360 derajat yang spektakuler berupa oasis, termasuk hutan rimbun kurma dan pohon zaitun. Lokasi ini, menjadi tempat yang ideal bersepeda gunung. Wisatawan bisa bersepeda menyusuri jalan setapak yang berkelok-kelok, dipenuhi dengan batu-batu bergerigi longgar dan bidang berpasir.

    Bagian bawah gunung mengarah ke Danau Garam Bahariya yang asri tak tersentuh. Pantainya belum dihuni manusia, menjadikan danau terapeutik yang tenang dan ideal untuk bermain kayak sambil menyaksikan matahari terbenam.

    Saat matahari terbit, Taman Nasional Gurun Putih menyajikan siluet pemandangan yang unik. Foto: Khaled Desouki/AFP/Getty Images

    "Bagian favorit saya dari perjalanan itu adalah kayak dengan sinar keemasan memantul dari air. Itu adalah momen keajaiban yang murni," kata Noreen Fadel, salah seorang petualang dalam perjalanan yang dirancang Destination 31 baru-baru ini, bersama dengan CNN Travel.

    Semua petualangan itu bisa diselesaikan dalam dua sampai tiga hari, makin lama tentu makin bagus. Karena memberi kesempatan wisatawan mengeksplorasi Taman Nasional Gurun Putih. Dan bila Anda tak memiliki kesempatan ke Bulan, Gurun Putih menawarkan sensasi pelesiran ke satelit bumi itu. Menarik bukan? 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.