Hotel Nyalakan Lampu Berbentuk Hati, Dukungan Hadapi Covid-19

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hotel-hotel di Niagara, Amerika Serikat, menyalakan lampu berbentuk hati pada 23 Maret 2020, sebagai dukungan kalangan perhotelan di saat wabah virus corona. Foto: CNN

    Hotel-hotel di Niagara, Amerika Serikat, menyalakan lampu berbentuk hati pada 23 Maret 2020, sebagai dukungan kalangan perhotelan di saat wabah virus corona. Foto: CNN

    TEMPO.CO, Jakarta - Di berbagai kota besar dunia, hotel-hotel mematikan lampu. Mereka hanya menyalakan beberapa lampu kamar sehingga membentuk hati. Aksi tersebut merupakan solidaritas melawan virus corona. 

    Langkah tersebut diikuti beberapa hotel di Indonesia. Mereka menyalakan lampu-lampu kamar sehingga membentuk hati sebagai simbol harapan. Dilansir dari akun instagram @bestwesternsouthasia juga mengunggah gambar bertuliskan "Kami akan segera kembali untuk agar anda tersenyum! Sampai itu terjadi selalu ingat kami di hati anda!" dengan tagar #hospitalityindustry.

    Akun instagram @pullmanhotels juga mengunggah gambar bertuliskan "Stronger Together Stay Home Stay Safe" dengan gambar hati. Bersamaan dengan gambar itu, keterangan foto bertuliskan "Pada masa sulit ini, kami mendukung dan berdiri bersama Anda dan komunitas lokal kita. Kami melihat ini sebagai waktu untuk memperkuat ikatan dan kebaikan."

    Hotel mengalami dampak yang luar biasa dari pandemi virus corona. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Haryadi Sukamdani mengonfirmasi, bahwa saat ini pelaku industri sangat terpukul dengan Covid-19. 

    Menurutnya, hal paling penting yang harus menjadi fokus saat ini adalah pemulihan kondisi dari wabah Covid-19. Pasalnya, data korban yang meninggal di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan yang sembuh, sangat mengkhawatirkan untuk semuanya.

    "Jadi, masalahnya kan virus itu sendiri, kalau tidak bisa dikendalikan kami tak bisa apa-apa. Sekarang hotel yang sudah lapor tutup saja 698, lalu di industri lain juga banyak mengeluh karena ramai order yang batal, mal sepi, dan lain sebagainya," katanya.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.