Menikmati Seni di Museum MACAN, Cukup dari Rumah Saja

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • The Obliteration Room, salah satu karya instalasi seni Yayoi Kusama di Museum Macan, Jakarta Barat. TEMPO/Aisha

    The Obliteration Room, salah satu karya instalasi seni Yayoi Kusama di Museum Macan, Jakarta Barat. TEMPO/Aisha

    TEMPO.CO, Jakarta - Museum-museum dunia menawarkan pelesiran virtual, untuk mengisi waktu warga yang dikarantina atau mengalami pembatasan wilayah (Lockdown). Museum MACAN pun membuat inisiatif digital, untuk tetap memberi edukasi seni melalui platform daring di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

    Meski ditutup sementara untuk keamanan, Museum MACAN kini bergabung dengan gerakan global museum dari rumah atau #MuseumfromHome sehingga pengunjung bisa menjelajahi koleksi dan pamerannya secara digital.

    Museum MACAN dalam siaran resmi sebagaimana dinukil dari ANTARA mengatakan, pameran yang bisa dinikmati pengunjung secara vitual meliputi "Melati Suryodarmo: Why Let the Chicken Run?" dan "Julian Rosefeldt: Manifesto".

    "Program kami adalah respons positif terhadap situasi sosial yang sedang dihadapi dunia," kata Direktur Museum MACAN Aaron Seeto. Program yang bisa dijelajahi dalam inisiatif museum dari rumah ini meliputi 800-an karya seni modern dan kontemporer Indonesia dan mancanegara.

    Seri mingguan bisa diakses di akun Instagram, ada pembahasan mengenai karya pilihan dalam koleksi tersebut. Pengunjung virtual bisa memperkaya informasi lewat panduan audio dari tim kuratorial museum.

    Selain itu, pameran virtual bisa dilihat lewat kanal IGTV dan YouTube Museum MACAN. Seri video itu dilengkapi wawancara bersama perupa dan pembahasan karya pilihan hingga program wicara yang menampilkan profesional di bidang seni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.