Ketegasan PM Thailand: Siapapun Tak Boleh Ambil Untung Saat Wabah

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas polisi militer Thailand yang mengenakan masker berdiri di sebuah pos pemeriksaan setelah Thailand akan memberlakukan jam malam malam nasional mulai Jumat 3 April, untuk mencoba menghentikan penyebaran wabah penyakit virus Corona (COVID-19) di Bangkok, Thailand 3 April 2020. [REUTERS / Jorge Silva]

    Petugas polisi militer Thailand yang mengenakan masker berdiri di sebuah pos pemeriksaan setelah Thailand akan memberlakukan jam malam malam nasional mulai Jumat 3 April, untuk mencoba menghentikan penyebaran wabah penyakit virus Corona (COVID-19) di Bangkok, Thailand 3 April 2020. [REUTERS / Jorge Silva]

    TEMPO.CO, JakartaPemerintah Thailand menerapkan aturan pembatasan berupa jam malam, sebagai upaya menghambat penyebaran virus corona (Covid-19). Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha  memberlakukan aturan jam malam itu, sejak Jumat, 3 April 2020. Sebelumnya, ia juga mengumumkan keadaan darurat. 

    "Mulai berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut" kata Prayut Chan-o-cha, sebagaimana dikutip dari laporan The Thaiger. Aturan pembatasan jam malam itu berlaku nasional, yang membatasi masyarakat agar tidak meninggalkan rumah pada pukul 10 malam sampai 4 dini hari.

    Ketika aturan itu mulai diterapkan, Prayut Chan-o-cha mengimbau masyarakat agar tidak menimbun makanan. Karena, mereka masih boleh bepergian saat siang. Namun, harus mematuhi pembatasan jarak fisik (physical distancing) serta selalu menggunakan masker.

    "Saya tidak akan membiarkan siapa pun menimbun barang dan mengambil keuntungan selama masa sulit ini," ujarnya.

    Soal aturan pembatasan jam malam, ada pengecualian untuk para tenaga medis, perbankan, pekerja logistik. Pengecualian juga berlaku untuk karyawan yang bekerja tugas (shift) malam.

    Bila ada warga yang menuju bandara atau sebaliknya, membawa dokumen yang menyatakan tujuan tugas resmi, mereka termasuk dalam keadaan darurat. Perjalanan ke tempat karantina juga diperbolehkan.

    Prayut mengumumkan, bahwa pemerintah memblokir akses masuk ke Thailand pada 3-15 April untuk menyiapkan fasilitas karantina. Keputusan itu karena menurut pemerintah, kasus Covid-19 paling banyak dikaitkan dengan kedatangan dari luar negeri.

    "Sementara itu, para agen akan menyediakan tempat, berkoordinasi dengan kedutaan Thailand," katanya. Langkah itu untuk memastikan warga Thailand yang kembali, akan dalam karantina serta mendapatkan pemeriksaan medis yang tepat.

    Mengutip The Diplomat, berbagai langkah ditentukan sebelum keadaan darurat, termasuk menutup semua sekolah. Kemudian, arahan yang diterapkan oleh masing-masing gubernur provinsi menutup acara pertemuan serta mengatur perjalanan.

    Spanduk di pasang di Khaosan Road di distrik turis Bangkok ketika Thailand memberlakukan Jam malam mulau Jumat, 3 April 2020, karena penyebaran virus Corona.[REUTERS]

    Restoran pun ditutup, kecuali untuk layanan dibawa pulang dan pengiriman. Ihwal kedatangan internasional dibatasi ketat, perlu izin medis sebelum keberangkatan. Kemudian, 14 hari isolasi mandiri setelah kedatangan.

    THE THAIGER | THE DIPLOMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.