Gara-gara Virus Corona, Teddy Bear Jadi Populer di Selandia Baru

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian Metro London sudah menjual barang dagangan seperti boneka Teddy Bear Polisi. [Daily Mail]

    Kepolisian Metro London sudah menjual barang dagangan seperti boneka Teddy Bear Polisi. [Daily Mail]

    TEMPO.CO, Jakarta - Karantina ataupun pembatasan wilayah (Lockdown) terkadang membuat warga jenuh. Untuk mencerahkan suasana hati selama karantina wilayah saat pandemik virus corona, warga Selandia Baru memajang boneka beruang Teddy Bear di jendela rumah mereka.

    Aksi tersebut terinspirasi dari buku cerita anak "We're Going on a Bear Hunt", yang mendorong warga meletakkan boneka Teddy Bear di jendela. Boneka-boneka itu diharapkan menghibur tetangga atau warga, yang keluar di sekitar rumah mereka. Setidaknya, selama berdiam diri selama pandemi, bisa melihat pemandangan yang menyenangkan.

    Deb Hoffman, yang memulai laman Facebook "We're Not Scared -- NZ Bear Hunt" mengatakan, dia membuat grup untuk mendukung masyarakat di tengah kondisi yang menantang untuk kesehatan mental orang-orang.

    Dilansir Kyodo, ada lebih dari 27.500 rumah yang mendaftarkan boneka beruang mereka di peta online, yang dibuat khusus untuk gerakan itu. Namun Hoffman memperkirakan sebenarnya lebih banyak orang yang ikut serta. Hoffman tak menyangka akan mendapat respons positif.

    Dilansir ABC News, sebagian orang bahkan berkreasi dengan membuat boneka beruangnya melakukan pose berbeda setiap hari.

    Selandia Baru memulai karantina wilayah pada 26 Maret, di mana semua warga, kecuali orang yang bekerja di sektor penting, harus berada di rumah demi memperlambat penyebaran virus corona.

    Masyarakat masih boleh keluar rumah untuk membeli bahan makanan atau olahraga, tapi harus menjaga jarak fisik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.