Airbnb Inggris Gratiskan Kamar untuK Para Tenaga Medis

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pandangan sepi di sekitar patung Winston Churchill dan Big Ben di Westminster saat penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19) berlanjut, di London, Inggris, 19 Maret 2020. [REUTERS / Hannah McKay]

    Pandangan sepi di sekitar patung Winston Churchill dan Big Ben di Westminster saat penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19) berlanjut, di London, Inggris, 19 Maret 2020. [REUTERS / Hannah McKay]

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris menetapkan lockdown yang membuat negeri itu tertutup bagi wisatawan. Menurut Direktur Medis Layanan Kesehatan Nasional Inggris, Stephen Powis, bila virus corona menginfeksi 20.000 orang di Inggris, itu kabar bagus. Pasalnya, sesuai perhitungan jumlahnya bakal lebih besar.

    Para tenaga medis di Inggris memang bekerja keras. Apalagi kehidupan mereka di luar pekerjaan juga tidak mudah, seperti mencari makanan usai bekerja, parkir atau membersihkan diri saat mereka sampai di rumah. 

    Untuk membantu mereka, jasa penyewaan akomodasi daring, Airbnb, menawarkan akomodasi gratis kepada para staf medis yang membutuhkan tempat untuk tinggal sementara.

    Program Airbnb ini mendapat sambutan hangat dari pemilik rumah di seantero Inggris. Hampir 1.500 tempat menginap telah ditawarkan oleh pemilik rumah di Inggris. Mereka bergabung dalam program tersebut melalui platform Open Homes Airbnb -- yang diciptakan pada 2012 untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang membutuhkan perumahan darurat.

    Program Airbnb itu diperkirakan dapat membantu menampung 100.000 profesional kesehatan, pekerja bantuan, dan responden pertama yang memerangi wabah virus corona di seluruh dunia.

    Airbnb juga menggelar program yang sama  di Italia dan Prancis. Perusahaan jasa sewa akomodasi daring itu dan mitra lokalnya mengumumkan, bahwa dokter, perawat dan staf pendukung medis lainnya yang terjun langsung menghadapi wabah virus corona dapat mengakses akomodasi gratis. Lebih dari 8.000 host sejauh ini menawarkan rumah mereka.

    Patrick Robinson Direktur Kebijakan Publik Airbnb, menjelaskan bahwa seluruh negara berada di belakang staf medis yang heroik, ketika mereka memerangi wabah virus corona.

    "Kami telah menjadikan prioritas untuk berdiri bersama komunitas Airbnb untuk melakukan apa yang dapat kami lakukan untuk membantu," ujar Robinson. Airbnb ingin memastikan bahwa mereka yang berada di garis depan melawan virus corona, dapat menemukan tempat yang bebas dan nyaman untuk tinggal. Agar mereka dapat melanjutkan pekerjaan mereka.

    "Kami berterima kasih kepada dokter dan perawat kami di seluruh negeri dari lubuk hati kami dan berterima kasih kepada tuan rumah yang telah membuka rumah mereka selama masa-masa sulit ini," ujarnya dilansir dari Metro, Senin, 30 Maret 2020.

    Rumah-rumah di Roma, Italia, melayani tinggal gratis untuk para tenaga medis yang merawat pasien virus corona. Mereka bekerja sama dengan Airbnb. Foto: @sadnyesh

    Memang, petugas medis yang menangani virus corona mengalami 'overwork' karena banyaknya kasus yang terjadi. Bahkan beberapa staf medis mengenakan popok, karena mereka tidak punya waktu untuk buang air, dan tidak sempat melepas baju hazmat mereka. 

    Tidak hanya itu, para staf medis juga menjadi jarang makan karena alasan yang sama, mereka melewatkan hal-hal yang seharusnya mudah dilakukan demi untuk merawat para pasien, sebagaimana dinukil dari Washington Post.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.