Penutupan Bali Diperpanjang, Wisatawan Sudah Nol Persen

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Pantai Seminyak yang tampak sepi di tengah penyebaran virus Corona di Bali, 23 Maret 2020. Virus Corona tak hanya berimbas pada penutupan tempat wisata di Bali, para turis pun terpaksa tinggal lebih lama di Pulau Dewata karena negara asal mereka memberlakukan lockdown. REUTERS/Nyimas Laula

    Suasana Pantai Seminyak yang tampak sepi di tengah penyebaran virus Corona di Bali, 23 Maret 2020. Virus Corona tak hanya berimbas pada penutupan tempat wisata di Bali, para turis pun terpaksa tinggal lebih lama di Pulau Dewata karena negara asal mereka memberlakukan lockdown. REUTERS/Nyimas Laula

    TEMPO.CO, Denpasar - Penutupan objek wisata di Bali diperpanjang, karena wabah virus corona. Penutupan dilakukan karena situasi dianggap masih belum kondusif, serta minimnya kunjungan wisatawan.

    “Wisatawan yang tidak ada. Untuk yang liburan sudah nol persen. Objek wisata sebagian besar masih tutup,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Senin, 30 Maret 2020.

    Ia menyebutkan, masih ada kunjungan orang asing ke Bali melalui Bandara Internasional I Gutsi Ngurah Rai Bali. Hanya saja, mereka yang datang sudah memiliki tempat tinggal atau keluarga di Bali.

    Sementara itu, Manajer Objek Wisata Ulun Danu Beratan, Wayan Mustika, menyebutkan, pihaknya memperpanjang masa penutupan hingga waktu yang belum ditentukan, “Karena situasi, Covid-19 masih belum bisa diprediksi kapan mereda,” ujarnya.

    Awalnya, Ulun Danu Beratan melakukan penutupan obyek wisata selama satu pekan sejak 22 hingga 29 Maret 2020. Namun, kemudian diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

    Hal serupa juga terjadi pada objek wisata Tanah Lot. Manajemen memutuskan memperpanjang masa penutupan, hingga waktu yang belum ditentukan merujuk pada arahan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Informasi penutupan obyek wisata Tanah Lot disampaikan melalui akun Instagram mereka pada Senin, 30 Maret 2020.

    MADE ARGAWA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.