Penutupan Kawasan Gunung Bromo dan Semeru Diperpanjang

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Bromo

    Gunung Bromo

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS) memperpanjang penutupan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Menyusul status kedaruratan dampak wabah virus corona (Covid-19). Penutupan kawasan tersebut dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

    "Pembukaan kawasan TNBTS menunggu pengumuman lebih lanjut," kata Kepala BBTN BTS, Jhon Kenedie, Senin 30 Maret 2020. Penutupan kawasan meliputi seluruh areal wisata gunung api yang meliputi Gunung Bromo dan pendakian Gunung Semeru. Selama ini, Gunung Bromo menjadi tujuan utama wisata di Jawa Timur.

    Apalagi, setelah pemerintah menetapkan sebagai salah satu dari 10 kawasan destinasi wisata unggulan. Gunung Bromo menjadi kerap disambangi wisatawan mancanegara dan nusantara. Mereka dikhawatirkan akan menularkan dan menyebarkan virus corona ke wisatawan lain.

    Penutupan dilakukan dengan menempatkan petugas yang berpatroli di empat pintu masuk. Meliputi Ngadas Kabupaten Malang, Wonokitri Pasuruan, Cemoro Lawang Probolinggo dan Ranupani Lumajang. Sehingga kawasan Bromo dan Semeru bebas dari tujuan wisata.

    Penutupan tersebut memberi kesempatan alam beristirahat. Memulihkan diri secara alamiah, setelah sepanjang tahun dipadati pengunjung.

    Berdasarkan data BB-TNBTS sepanjang 2019, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 690.831 orang. Terdiri atas wisatawan nusantara 669.422 orang dan wisatawan asing 21.409. Total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kunjungan wisatawan mencapai Rp22,86 miliar.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.