Wabah Corona, Jendela Rumah Warga Inggris Kini Berwarna-warni

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan berjalan di jembatan Westminster mengenakan masker pelindung di tengah penyebaran virus Corona (COVID-19) di London, Inggris, 19 Maret 2020.[REUTERS]

    Seorang perempuan berjalan di jembatan Westminster mengenakan masker pelindung di tengah penyebaran virus Corona (COVID-19) di London, Inggris, 19 Maret 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai upaya dilakukan untuk menghambat penyebaran virus corona baru atau COVID-19. Jika warga Italia mengisi masa karantina dengan memainkan musik yang iramanya sambung-menyambung dari rumah ke rumah, lain cerita di Inggris.

    Mengutip Dailymail, warga Ripon, Yorkshire Utara, Inggris, membuat kode untuk memberi kabar melalui kartu berwarna. Kartu-kartu itu ditempelkan pada jendela rumah. Ada dua pilihan warna kartu, yakni hijau dan merah.

    Jika kartu warna hijau yang tertempel di jendela, artinya semua penghuni rumah itu dalam keadaan baik. Namun apabila kartu merah yang tertempel di jendela, maka ada anggota keluarga yang membutuhkan bantuan, misalnya obat, kekurangan bahan makanan, sampai memerlukan sarana transportasi.

    Sistem kode melalui kartu berwarna itu berlaku di antara para tetangga permukiman tersebut. Metode mengirim pesan melalui kartu ini bukan berarti mereka menafikan teknologi melalui jaringan telepon atau internet. Pada dasarnya masyarakat bebas menentukan pola komunikasi asalkan tak mengganggu satu sama lain.

    Walhasil, permukiman penduduk di Ripon, Yorkshire Utara, Inggris, memiliki daya tarik tersendiri karena warna-warni di jendela rumahnya. "Ini luar biasa," tulis pengguna Twitter Beth Crompton saat mengetahui bagaimana cara warga Ripon menyampaikan kondisi mereka selama wabah corona, seperti dikutip laman The Independent.

    Unggahan tentang suasana permukiman penduduk di Ripon dengan jendela rumah yang warna-warna menjadi viral di linimasa. Foto yang diunggah Beth Crompton disukai lebih dari 100 ribu warganet. "Itu ide yang bagus," kata netizen menanggapi cara berkomunikasi melalui kartu berwarna.

    Ada yang melihat dari sisi kreativitas, ada pula yang mewanti-wanti celah kejahatan dari kartu berwarna itu. Tak sedikit netizen yang mengingatkan kalau kartu tersebut berpotensi membawa bencana bagi penghuninya jika dibaca oleh orang yang berniat jahat.

    "Jika Anda butuh bantuan, maka teleponlah petugas, tetangga, teman, kerabat, atau siapapun yang Anda kenal," tulis seorang pengguna Twitter. "Menampilkan kartu itu di jendela seperti mengantar perampok untuk datang," tulis netizen lain mengingatkan.

    DAILY MAIL | INDEPENDENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.