Wabah Corona, Hotel dan Restoran di Labuan Bajo Bebas Retribusi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasil kerajinan tangan warga Labuan Bajo yang dipasarkan di Puncak Waringin. Dok. Kemenparekraf

    Hasil kerajinan tangan warga Labuan Bajo yang dipasarkan di Puncak Waringin. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Kupang - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur membebaskan retribusi semua hotel dan restoran di Labuan Bajo, yang terdampak virus corona.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Manggarai Barat, Silvester Wangge menyatakan keputusan itu diambil sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah terhadap usaha pariwisata yang terimbas wabah corona. "Pembebasan retribusi ini sangat meringankan pelaku usaha karena kondisi pariwisata di Labuan Bajo dan wisata unggulan Taman Nasional Komodo sedang lesu," kata Silvester Wangge, Kamis 26 Maret 2020.

    Selain lesu karena masa low session, virus corona yang menyebar ke berbagai negara membuat semua paket wisata ke Labuan Bajo dibatalkan. Saat ini, menurut Silvester, tingkat hunian kamar hotel di Labuan Bajo yang berjumlah 102 unit, baik yang kecil maupun bintang lima, sangat sepi.

    Usaha kuliner dari level restoran sampai perkampungan juga tidak ada lagi seiring imbauan pemerintah untuk meniadakan aktivitas yang melibatkan banyak orang. Dengan tidak adanya retribusi, Silvester berharap dapat mencegah dampak lanjutan, seperti pemecatan pekerja wisata dan seterusnya.

    Suasana di Taman Nasional Pulau Komodo. Dok. Kemenparekraf

    Implikasi dari wabah corona juga dirasakan oleh pramuwisata. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat, Sebastian Pandang mengatakan lebih dari 250 pramuwisata atau pemandu wisata di Labuan Bajo terpaksa menganggur akibat pembatalan paket wisata.

    "Mereka tidak beraktivitas apa-apa karena memang tidak ada wisatawan yang dilayani," katanya. Paket wisata baik domestik maupun mancanegara ke Labuan Bajo yang dipesan hingga Juni 2020 terpaksa batal karena wabah COVID-19. "Wisatawan yang sudah memesan juga meminta uang kembali."

    Wabah corona membuat semua lini di sektor pariwisata tumbang. Jasa pemandu wisata, agen travel, perhotelan, transportasi, sampai kuliner tak berdaya karena corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.