Penutupan Ancol Diperpanjang, Pembukaan Kembali Belum Ditentukan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas saat melakukan penyemprotan cairan desinfektan pada lingkungan Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2020. Manajemen Ancol melakukan antisipasi penyebaran wabah virus corona (covid-19) dengan menyemprotkan cairan desinfektan pada sejumlah wahana dan lokasi wisata di area tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas saat melakukan penyemprotan cairan desinfektan pada lingkungan Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2020. Manajemen Ancol melakukan antisipasi penyebaran wabah virus corona (covid-19) dengan menyemprotkan cairan desinfektan pada sejumlah wahana dan lokasi wisata di area tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman Impian Jaya Ancol telah ditutup selama dua pekan, untuk mencegah penyebaran virus corona. Kini masa penutupan itu dilanjutkan, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

    "Kawasan rekreasi, resor (hotel) di bawah naungan manajemen Ancol, dan restoran di Taman Impian Jaya Ancol ditutup sementara sampai batas waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut," kata Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol, Teuku Sahir Syahali, melalui keterangan resmi, Kamis, 26 Maret 2020.

    Sebelumnya, pihak manajemen menutup seluruh unit rekreasi Taman Impian Jaya Ancol dalam kurun 14 - 27 Maret 2020. Kemudian, manajemen melanjutkan penutupan, "Ditutup sementara waktu seluruh unit rekreasi, resor, dan restoran, di kawasan Ancol untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19)."

    Penutupan itu mengacu kebijakan Pemerintah DKI Jakarta, melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta, Nomor 16 Tahun 2020. Instruksi Gubernur DKI Jakarta itu, mengenai peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi coronavirus disease (Covid-19).

    Kemudian, penetapan status tanggap darurat Covid-19 oleh Pemerintah DKI Jakarta dan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta nomor 160/SE/2020.

    "Kami semua berharap penyebaran wabah virus corona (Covid-19) segera reda, kondisi kembali pulih dan kondusif," kata Teuku Sahir Syahali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.