Cegah Covid-19, Kereta dari Malang Dibatasi Tujuannya

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bersiap menyemprotkan cairan disinfektan di area Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, 19 Maret 2020. Penyemprotan cairan disinfektan tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19 di area publik. Foto: Aris Novia Hidayat

    Petugas bersiap menyemprotkan cairan disinfektan di area Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, 19 Maret 2020. Penyemprotan cairan disinfektan tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19 di area publik. Foto: Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Kereta Api Songgoriti yang akan bertolak dari Stasiun Kota Baru Malang ke Stasiun Gubeng Surabaya dihentikan. Penghentian itu untuk mencegah menyebarnya virus corona, menyusul penetapan Malang dan Surabaya sebagai zona merah wabah. Perjalanan kereta ditiadakan terhitung mulai 26 Maret sampai 31 Maret 2020.

    Selain Kereta Api (KA) Songgoriti, dua kereta lain juga dihentikan antara lain KA Sembrani relasi stasiun Pasar Turi Surabaya – stasiun Gambir, Jakarta dan KA Gumarang relasi stasiun Pasar Turi – Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

    "Dalam rangka mencegah penyebaran virus corona," kata juru bicara PT Kerata Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) 8 Surabaya, Suprapto, Kamis, 26 Maret 2020. Apalagi setelah Badan Nasiobal Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit hingga 29 Mei 2020.

    PT KAI juga memperpendek relasi perjalanan perjalanan kereta, di antaranya KA Argo Wilis Surabaya – Bandung – Gambir menjadi Surabaya Gubeng - Bandung.

    Lalu, KA Mutiara Selatan relasi sebelumnya Malang – Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir menjadi Malang – Surabaya Gubeng – Bandung.
    KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir menjadi Surabaya Gubeng – Bandung. KA Malabar relasi Malang – Bandung – Pasar Senen menjadi Malang – Bandung.

    Program ini bagian dari kebijakan PT KAI Daop 8 Surabaya, untuk menurunkan daya angkut penumpang. Kapasitas kereta lokal yang sebelumnya berkapasitas 150 persen menjadi 75 persen.

    Setiap hari melayani 46 perjalanan kereta lokal dengan kapasitas 25.564 tempat duduk. Serta toleransi tiket berdiri sebesar 50 persen. Dengan kebijakan pengurangan kapasitas menjadi 75 persen, maka kapasitas angkut menjadi 19.182 penumpang per hari.

    Kebijakan ini turut mendukung kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah. PT KAI juga meminta masyarakat mengurangi mobilitasnya. Penurunan jumlah penumpang kereta api terlihat dari jumlah kumulatif penumpang selama Maret 2020, yang mencapai 627.839 penumpang atau 58,89 persen dari program sebesar 1.066.109 penumpang.

    Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke arah pagar pembatas di area Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, 19 Maret 2020. Foto: Aris Novia Hidayat

    Diharapkan pengurangan kapasitas daya angkut ini, masyarakat Jawa Timur turut mematuhi imbauan tetap tinggal dan beraktivitas di rumah. Mereka juga tidak bepergian atau keluar rumah, jika tidak benar-benar perlu. Dan menghindari dari kerumunan dan jaga jarak minimal satu meter.

    “Pelayanan terbaik tetap diberikan kepada penumpang dan menerapkan protokol pencegahan virus corona,” ujar Suprapto.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.