Bartender Rusia Bikin Koktail Dinamai Coronavirus

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Razvedka Bar di Moskow mulai menjual koktail

    Razvedka Bar di Moskow mulai menjual koktail "coronavirus" pada hari Rabu (18/3). Koktail disajikan dalam gelas dengan dua jarum suntik, satu berisi cairan merah terang dan satu cairan hijau cerah. Foto: @razvedka.bar

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona menjadi buah bibir dunia, membuat panik sekaligus menakutkan. Dan ekonomi dunia dilanda krisi karenanya. Tapi. sebuah bar di Moskow mengatakan telah menemukan "obat" untuk mengatasi virus corona.

    Obat itu tak menyembuhkan mereka yang terinfeksi virus corona, tapi diklaim dapat mengatasi kecemasan yang meningkat terhadap wabah global virus corona. Obat yang ditawarkan itu berupa koktail penuh warna. Namanya diambil berdasarkan virus yang menjadi pandemi tersebut, "coronavirus".

    Razvedka Bar di Moskow memang mengambil momentum popularitas virus corona. Mereka mulai menjual koktail "coronavirus" pada hari Rabu, 18 Maret 2020. Koktail disajikan dalam gelas dengan dua jarum suntik: yang berisi cairan merah dan satu cairan hijau cerah.

    Lalu apa komposisi dua cairan itu? Manajer bar, Anton Zagariya, menolak memberikan komposisi bahan-bahan untuk membuat koktail coronavirus. Hanya saja, ia mengklaim koktail itu dirancang untuk membantu orang Moskow menahan diri dari kepanikan.

    Warga Rusia memang harus hati-hati. Pasalnya, negara itu mencatat adanya peningkatan jumlah kasus virus. Hingga Kamis, 19 Maret, Rusia telah mencatat 199 kasus dan satu kematian akibat virus corona.

    "Gagasan koktail ini datang tiba-tiba, seperti virus itu sendiri," kata Zagariya kepada Reuters. "Kami memutuskan untuk mencoba dan menurunkan tingkat ketegangan dan kepanikan, yang merupakan musuh terburuk dalam situasi ini," tambah Zagariya.

    Zagariya menyebutkan koktail bisa dikonsumsi ketika seseorang memiliki keinginan untuk melakukan pembelian besar-besaran karena panik, "Tapi yang terpenting, tentu saja Anda masih perlu mencuci tangan dan melakukan apa yang dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," tambah Zagariya. "Tapi tidak perlu panik. Untuk apa? Itu tidak membantu siapa pun."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.